Beranda Kotamobagu Pemko Bakal Kembangkan Industri Gula Semut Di Kotamobagu

Pemko Bakal Kembangkan Industri Gula Semut Di Kotamobagu

207
0
Gula Semut

KOTAMOBAGU ONLINE – Industri Gula Semut bakal dikembangkan di Kota Kotamobagu, selain karena nilai jual lebih tinggi dinadingkan gula aren biasa dari sisi kesehatan juga lebih sehat dibanding gula tebu.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Disperindagkop-PM Kota Kotamobagu, Fadlun Paputungan mengatakan, saat ini pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 1,3 Miliar untuk membantu para petani gula bisa memproduksi Gula Semut.

“Bidang perindustrian tahun ini mendapat kucuran dana sebesar Rp 1,3 miliar dari Kementerian Perindustrian untuk pembangunan sentra Gula Semut yang rencananya dibangun di Desa Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur, dan kemungkinan di triwulan 2 mendatang akan terealisasi,” ungkapnya Kamis ( 4/2/16).

Dia juga menambahkan dalam memproduksi Gula Semut ini, pemerintah kota akan kembangkan di Desa Moyag sebagai sentra yang nantinya semua pembuat gula semut akan difasilitasi di sana.

“Untuk distribusi atau pasarnya nanti Pemerintah akan bekerjasama dengan pihak perusahaan maupun perorangan untuk membeli hasil dari para pengrajin yang ada di sentra tersebut,” jelasnya.

Paputungan menjelaskan, dalam pembuatan Gula Semut ini tidaklah sulit. Caranya sama dengan membuat gula aren cetak, namun dengan proses lanjutan untuk membuatnya menjadi gula kristal. Hanya saja, tidak semua air nira, bahan baku membuat Gula Aren bisa dijadikan gula semut.

Air nira tersebut harus memiliki keasaman atau pH di atas 7. Di sisi lain, gula semut ini bermanfaat sebagai penormal gula darah.

“Yang membedakan adalah ketika sudah mendidih dan mengental, dimasukkan ke dalam wajan dingin, dan diaduk-aduk sampai mengkristal,” katanya.

Untuk memasak air nira hingga mendidih mengental kata dia, dibutuhkan waktu selama 6 jam. Selama memasak tersebut tidak perlu diaduk terus menerus. Namun demikian, dengan mengaduknya akan sangat membantu meratakan panasnya. “Tidak ada penerapan teknologi yang rumit di sini, hanya dimasak seperti biasa saja,” katanya.

Setelah itu, air nira yang mendidih dan mengental tersebut dipindahkan ke wajan yang dingin. Dalam proses ini, harus diaduk-aduk terus sekitar 10 – 15 menit atau sampai dingin dan mengktistal. “Kalau diaduk-aduk terus, bisa cepat dingin dan itu dilakukan sampai dia mengkristal,” ungkapnya.

Dia manambahkan, saat ini pihaknya sedang mendorong petani atau pekerja untuk bisa membuat gula semut, selain untuk menambah pendapatan juga karena Gula Semut terbukti memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan gula tebu.

“Gula semut ini memiliki manfaat yang sama dengan gula tebu atau gula pasir yang ada di pasaran. Bisa menjadi alternatif gula tebu. Tapi yang membedakan adalah bahwa Gula Semut ini untuk obat diabetes, dapat sebagai penormal gula darah. Katanya juga untuk kolesterol, tapi yang pasti sudah ada penelitiannya adalah untuk diabetes,” terang. (sam/sahrul

Artikulli paraprakDinkes Kotamobagu Terus Sosialisasi Bahaya Virus Zika
Artikulli tjetërDikritik Kura-Kura Ninja Terus Bekerja, Pengiriman Cap Tikus Berhasil Diamankan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.