Beranda Kotamobagu Dinkes Kotamobagu Terus Sosialisasi Bahaya Virus Zika

Dinkes Kotamobagu Terus Sosialisasi Bahaya Virus Zika

196
0
Nyamuk Penyebar Virus Zika

KOTAMOBAGU ONLINE-   Kehawatiran masuknya virus golongan baru Zika rupanya bukan hanya dirasakan oleh daerah lain. Di Kota Kotamobagu pun ikut merasakan hal yang sama, bahkan untuk mengantisipasi masuknya virus tersebut pemerintah lewat Dinas Kesehatan gencar lakukan sosialisasi dimasyarakat.

Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Penyelamatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kotamobagu, Dahlan Mokodompit mengatakan, untuk pencegahan dini virus Zika akan masuk dan menyebar di Kotamobagu, pihaknya telah melakukan sosialisasi di sejumlah tempat.

“Kami sedang mengadakan penyuluhan keliling tentang DBD yang hingga kini sudah ada 10 kasus, bersamaan dengan itu juga kami menyosialisasikan bahaya virus Zika dan cara pencegahannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Satu tanda terjangkitnya virus tersebut yaitu sama dengan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) lewat gigitan nyamuk.

“Begitu juga dengan virus Zika dengan gigitan nyamuk. Cara penularannya melalui nyamuk Aedes aegypti, pasien virus zika akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki serta nyeri otot dan sendi,” Ujarnya.

Ini sangat berbeda dengan infeksi virus DBD, dimana mata pasien akan merah, pasien juga akan merasakan sakit kepala. Infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit. Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu.

“ini bahaya juga untuk ibu-ibu sedang hamil apabila sudah terjangkit virus ini maka bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala yaitu menjadi kecil sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu,” Terang Mokodompit.

Cara pencegahannya yaitu sama dengan DBD. “Tentunya masyarakat harus mengantisipasi dengan cara 3 M. Agar tidak ada tempat perlindungan nyamuk.

Gerakan tiga M plus yaitu menguras, menutup, dan mengubur, serta menghindari gigitan nyamuk, memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak, ditambah dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), dengan demikian nyamuk DBD tak bisa berkembang biak lagi,” ujarnya. (Sam)

Artikulli paraprakBupati Bolmong Resmikan Kantor Kecamatan Dumoga Tenggara
Artikulli tjetërPemko Bakal Kembangkan Industri Gula Semut Di Kotamobagu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.