Beranda Berita Utama BNPB Pusat Ferivikasi Talud dan Drainase Dampak Bencana di Kotamobagu

BNPB Pusat Ferivikasi Talud dan Drainase Dampak Bencana di Kotamobagu

224
0
BNPB Pusat Ferivikasi Talud dan Drainase Dampak Bencana di Kotamobagu
Tim ferivikasi BNPB Pusat saat rapat bersama BPBD Kota Kotamobagu, sebelum melakukan ferivikasi

Kotamobaguonline.com, KOTAMOBAGU – Menindak lanjut proposal yang diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu, Tim BNPB Pusat, Rabu (22/11/2017) kemarin, turun langsung meninjau sejumlah lokasi, yang terkena dampak bencana beberapa tahu belakangan ini.

Tim BNPB terdiri dari 3 orang, diantaranya Ketua tim Ir Makbul MSi, Pakar Tehnik Dody ST dan Pakar Telekomunikasi Kevin.

Kepala BPBD Kota Kotamobagu, Refli Mokoginta melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD, Silvian Pontoh SE mengatakan, sebelumnya pada 2016 lalu pihaknya telah mengajukan proposal untuk Rehab Rekon Talud dan Drainase.

“Mereka melakukan ferivikasi sehubungan dengan tindak lanjut proposal yang kami ajukan pada 2016 lalu, untuk rehab rekon senilai Rp47.776 miliar lebih,” terangnya, Kamis (23/11/2017).

Dia menuturkan, ada 13 talud dan 3 drainase yang tersebar di empat kecamatan di Kota Kotamobagu dilakukan ferivikasi.

“Diantaranya talud di Desa Kobo Kecil, Desa Poyowa Besar, Desa Kopandakan, Kelurahan Motoboi Kecil, Kelurahan Motoboi Besar, Kelurahan Kobo Besar, Kelurahan Tumobui, Kelurahan Kotobangon dan Kelurahan Gogagoman, serta drainase yang terletak di Kelurahan Gogagoman, Kelurahan Tumobui dan Kelurahan Kotobangon,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, setelah melakukan ferivikasi, tim ferivikasi BNPB pusat memberikan apresiasi kepada BPBD Kota Kotamobagu.

“Mereka memberikan apresiasi, sebab apa yang kita usulkan ternyata benar-benar dampak dari bencana,” ucap Silvian.

“Kita tinggal melengkapi administrasi yang mereka minta, termasuk surat kesanggupan dampak bencana yang ditanda tangan oleh wali kota,”

Karena Kota Kotamobagu sangat memerlukan bantuan, dirinya berharap pemerintah pusat dapat membantu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Apalagi dalam dua tahun ini Kota Kotamobagu banyak terjadi bencana, karena keterbasan anggaran kita tidak terlalu banyak intervensi talud dan drainasi lewat APBD. Kita hanya berharap anggaran APBN,” harap Silvian.

(kifly koto)

Artikulli paraprak20 SMP di Bolmut Siap Gelar UNBK
Artikulli tjetërYon Armed Tarik Bogani Gelar Baksos

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.