Jika Ingin Ke Kota Kotamobagu Jangan Lupa Ole-ole Kacang Goyang

41 Viewed Redaksi 0 respond

Kotamobaguonline.com KOTAMOBAGU – Produksi kacang goyang di Sulawesi Utara khususnya di Bolaang Mongondow Raya (BMR) terus meningkat. Hal ini sebagaimana meningkatnya pesanan yang keluar dari sebuah usaha Kacang Goyang yang berdiri di Kelurahan Motoboi Kecil, yakni UD TOTABUAN.

UD TOTABUAN, Cap Burung Maleo, saat berdiri sejak 1983 tahun silam hingga saat ini menyediakan penganan Kacang Goyang yang memiliki ragam varian warna dan bentuk.

Namun, meski memiliki nama yang unik yakni Kacang Goyang, karena memang proses pembuatan digoyang hingga kacang yang tadinya sudah di goreng akan diselimuti oleh penganan gula yang berwarn warni.

Demikian dijelaskan Treistien Hapulu pemilik usaha yang terkenal itu.

“Ilmu ini saya dapatkan dari orang tua saya, dan tentunya saya meneruskanya. Bahkan kualitas rasa terus kami pertahankan sejak dulu hingga sekarang ini. Untuk membuat kacang goyang memang perlu kesabaran karena prosesnya lama dan berjam-jam,” kata Treistien, Senin (24/02/2020) pagi tadi.

Lebih detail Treistien menjelaskan, dalam proses pembuatan terlebih dahulu yang dilakukan adalah pemilihan kacang yang berkualitas dan berukuran 8 milimeter.

“Selanjut kacang-kacang tersebut kita sangrai selama 1 jam dan untuk pemanasan api harus diatur juga. Setelahnya kita lepas kulit dan kacangnya sehingga kita bisa memilih yang masih utuh dan sudah pecah, dan kemudian kita masukan pada proses penggoyangan hingg akan memakan waktu berjam-jam,” terang Treistien.

Lanjut dia, setelah digoyang maka kacang tersebut akan membentuk seperti karang.

“Kita lakukan pada malam hari berkisar 6 jam lamanya, agar kadar air dalam kacang berkurang. Nah, bahan untuk membuat karang yang melapisi kacang itu bahan utamanya adalah gula dan untuk membuat seperti karang ada alat khususnya, kita biasanya memberikan warna seperti merah, putih, coklat,” ungkap Treistien.

Diketahui, UD TOTABUAN, setiap harinya mampu memproduksi Kacang Goyang sebanyak 74 Kilogram, dengan kemasan 1 kilogram dengan harga 58 ribu rupiah, setengah kilogram 29 ribu rupiah dan seperempat kilogram dengan harga 14.500 ribu rupiah dengan masa kadaluarsa 6 bulan lamanya

Don't miss the stories follow KOTAMOBAGUONLINE.COM and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kantor Berita Antara Kunjungi Diskominfo Kotamobagu

Pemkot Kotamobagu Kembali Menerima Penghargaan Dari Kemenpan-RB

Related posts
Your comment?
Leave a Reply