Beranda Ekonomi & Bisnis Usaha Kerajinan Atap Rumbia Masih Dibutuhkan Masyarakat

Usaha Kerajinan Atap Rumbia Masih Dibutuhkan Masyarakat

8
0

Kotamobqguonline.com KOTAMOBAGU – Diera modern saat ini, setiap bangunan ratar rata menggunakan atap genteng dan Seng. Akan tetapi, masih ada warga yang menggunakan atap rumbia, baik untuk bagunan kecil serta dibeberapa kedai dan café di Kotamobagu.

Pengrajinatap rumbia saat ini masih banyak ditemukan diwilayah Kota Kotamobagu. Salah satunya, Neni Pasambuna (65), warga Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, hingga saat ini masih aktif membuat anyaman tersebut.

Menurutnya, profesi yang dilakoninya itu, sudah sejak 10 tahun silam. Katanya, sehari bisa membuat 15 sampai 20 lembar atap rumbia.

Untuk bahan bakunya, mudah ditemukan di lahan perkebunan miliknya dan bahkan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Bahan dasarnya mudah didapat sehingga tidak butuh modal yang besar untuk membuat atap rumbia ini,” katanya.

Diungkapkan Neni, atap rumbia hasil buatannya dipasarkan seharga Rp 8 Ribu per lembar. Dijelaskan, anyamannya itu, semakin kering makin kuat dan anti bocor. Makanya, sebagian besar pembeli memilih atap yang sudah kering.

“Banyak pembeli dari kotamobagu, biasanya digunakan untuk gubuk kecil di kebun, tapi lebih banyak lagi digunakan di lesehan-lesehan cafe,” ungkapnya.

Terkait proses pemasaran juga tidak terlalu sulit, karena kulitas atap tradisionalnya itu cukup bagus.

“Alhamdulillah langganannya sudah ada, meski tidak begitu banyak, namun syukurlah mampu memberikan hasil yang baik, mudah-mudahan kedepan bisa berkembang,” tandansya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.