Beranda Ekonomi & Bisnis Kisah Paidi, Petani Yang Sukses Menjadi Miliarder

Kisah Paidi, Petani Yang Sukses Menjadi Miliarder

14
0

Kotamobaguonline.com Kamis, 03/09/2020 Redaksi – Tulisan ini kami sajikan sebagai inspirasi keppada kita bahwa Profesi Petani adalah salah satu profesi yang menjanjikan bila ditekuni dan meningkat pengetahui serta informasi tentang tehnik budidaya serta informasi pemasarnnya  produknya.   Profesi petani hari ini masih dipandang sebelah mata, karena penghasilanya yang tidak menentu dan relatif kecil.  Dalam sebuah negara justru profesi petani adalah salah satu bidang yang fundamental. Tentu karena kaitanya dengan berbagai kebutuhan dasar manusia yang memang pada dasarnya di-supply dari bidang pertanian ini.

Coba bayangkan jika dalam sebuah negara penduduknya tidak ada yang mau menjadi petani, kira-kira apa yang akan terjadi?. Salah satu kemungkinanya adalah terjadinya defisit supply pangan, karena negara harus melakukan berbagai impor untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dari sudut pandang ini sebenarnya petani adalah profesi yang sangat menjanjikan karena peranya yang fundamental dalam kehidupan.

Salah satu contoh petani yang sukses memanfaatkan peluang tersebut adalah Paidi, pria berumur 37 tahun dari Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sebelum menjadi petani Paidi adalah seorang pekerja serabutan, hampir berbagai jenis pekerjaan pernah ditekuninya, seperti penjual tahu, penjual ayam, dan penjual buah. Namun semua usaha yang dilakukan Paidi tersebut tidak berbuah manis dan malah membawa kebangkrutan bagi dirinya.

Sampai-sampai ia juga pernah menjadi pemulung untuk tetap menjaga kepulan asap dapur. Tetapi semua itu berubah ketika ia beralih profesi menjadi petani. Dimulai ketika ia bertemu salah satu teman lamanya dari satu panti asuhan di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Temanya tersebut memperkenalkan sebuah tanaman yang bernama porang, yang juga dibudidayakan oleh warga sekitar. Setelah pertemuan tersebut Paidi mulai mencari berbagai informasi tentang porang dari internet. Dari berbagai informasi tersebut, Paidi mendapat kesimpulan bahwa tanaman Porang memiliki permintaan dalam jumlah yang banyak di pasar.

Melihat peluang tersebut Paidi mencoba memutar otak untuk dapat memanfaatkan Porang secara maksimal karena potensinya yang besar. Seba porang sendiri adalah jenis tanaman membutuhkan waktu yang lama hampir sekitar tiga tahun untuk dapat dipanen. Namun dalam prosesnya Paidi juga menghadapi tantangan lain yaitu kondisi lahan yang berbukit-bukit.

Namun dengan berbagai informasi yang paidi dapatkan dari internet sebelumnya, ia mencoba mengembangkan teknik baru yang ia namakan revolusi pola tanam baru. Teknik yang dikembangkan Paidi tersebut berhasil mempercepat masa panen dari tanaman porang miliknya. Yang sebelumnya hampir tiga tahun menjadi antara enam bulan sampai dua tahun.

Terobosan yang dilakukan Paidi tersebut juga dapat menambah jumlah panen. Jika sebelumnya dalam satu hektar hanya bisa memanen tujuh sampai sembilan ton porang. Maka dengan revolusi pola tanam intensif dapat memanen hingga 70 ton, dalam luas lahan yang sama. Paidi juga menjelaskan dalam satu hektar lahan, jika ditanami porang semua maka omzet yang dihasilkan bisa mencapai 800 juta dalam kurun waktu dua tahun. Dengan keuntungan bersih 700 juta yang telah dipotong biaya lainya.

Demikian tulisan ini dimuat sebagai inspirasi kepada kita semua bahwa profesi petani adalah profesi yang sangat menjanjikan “  Siapapun Bisa Menjadi Apapun “ Jika Anda ingin sukses, carilah seseorang yang telah mencapai hasil yang Anda inginkan dan menyalin apa yang mereka lakukan dan Anda akan mencapai hasil yang sama. ( Sumber wartatani.co )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.