Beranda Ekonomi & Bisnis Kacang Goyang UD Totabuan Cap Burung Maleo Paling Enak

Kacang Goyang UD Totabuan Cap Burung Maleo Paling Enak

65
0

KOTAMOBAGU – Kacang Goyang adalah salah satu penganan khas Bolaang Mongondow. Bahkan makanan manisan ini sudah mulai masuk diluar wilayah Bolmong. Meningkatnya pesanan dapat terlihat dari sebuah usaha produksi Kacang Goyang yang berdiri di Kelurahan Motoboi Kecil, dengan nama UD TOTABUAN Cap Burung Maleo.

Usaha yang berdiri sejak 1983 tahun silam hingga saat ini menyediakan penganan Kacang Goyang yang memiliki ragam varian warna dan bentuk.

Penganan ini pula memiliki nama yang unik yakni Kacang Goyang, karena proses pembuatannya digoyang hingga kacang yang tadinya sudah di goreng akan diselimuti oleh manisan gula yang berwarn warni.

“Ilmu ini saya dapatkan dari orang tua saya, dan tentunya saya meneruskanya. Bahkan kualitas rasa terus kami pertahankan sejak dulu hingga sekarang ini. Untuk membuat kacang goyang memang perlu kesabaran karena prosesnya lama dan berjam-jam,” kata Treistien Hapulu, Selasa (24/11/2020) siang tadi.

Dalam proses pembuatannya juga kata Treistien, terlebih dahulu yang dilakukan adalah pemilihan kacang yang berkualitas dan berukuran 8 milimeter.

“Selanjut kacang-kacang tersebut kita sangrai selama 1 jam dan untuk pemanasan api harus diatur juga. Setelahnya kita lepas kulit dan kacangnya sehingga kita bisa memilih yang masih utuh dan sudah pecah, dan kemudian kita masukan pada proses penggoyangan hingg akan memakan waktu berjam-jam,” terang Treistien.

Ia pun menambahkan, setelah digoyang maka kacang tersebut akan membentuk seperti karang.

“Kita lakukan pada malam hari berkisar 6 jam lamanya, agar kadar air dalam kacang berkurang. Nah, bahan untuk membuat karang yang melapisi kacang itu bahan utamanya adalah gula dan untuk membuat seperti karang ada alat khususnya, kita biasanya memberikan warna seperti merah, putih, coklat,” ungkap Treistien.

Diketahui, UD TOTABUAN, setiap harinya mampu memproduksi Kacang Goyang sebanyak 74 Kilogram, dengan kemasan 1 kilogram dengan harga 58 ribu rupiah dan setengah kilogram 29 ribu rupiah dan seperempat kilogram dengan harga 14.500 ribu rupiah dengan masa kadaluarsa 6 bulan lamanya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.