Penemuan Mayat di Bolsel Sulut Terus Dilidik, Polisi Kembali Panggil Saksi

12 Viewed Samsu Melangi 0 respond

KotamobaguOnline.com BOLSEL – Polsek Pinolosian Kabupaten Bolsel terus lakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat di Desa Kombot Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu.

Kapolsek Pinolosian Iptu Herdi Manampiring mengatakan sudah ada beberapa saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan, dan saat ini akan melanjutkan pemeriksaan saksi. “Kita kembali periksa saksi sejak awal pekan kemarin,” ujar dia, Rabu (03/04/2019).

Pihaknya masih enggan membeberkan siapa saja saksi yang akan dipanggil. “Ada beberapa saksi baru yang kami panggil. Sebelumnya kan sempat kami diamkan dulu kasusnya, minggu ini kita lanjutkan lagi,” ucap dia.

Ketika ditanya apakah pelaku kemungkinan sudah kabur, Herdi mengatakan kemungkinan belum. “Kami yakin belum, karena intel kami kami masih terus pantau desa Kombot. Pokoknya saya himbau masyarakat bersabar saja,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Warga Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dihebohkan dengan penemuan mayat gadis bernama Fidya Bonde yang berusia 13 tahun dalam kondisi tanpa busana di Perkebunan Cengkih pada Selasa (5/2/19)

Jasad tersebut ditemukan pertama kali oleh Saad Paputungan. Dia mengatakan, peristiwa penemuan mayat tersebut berawal pada saat dirinya berangkat ke kebunnya yang tidak jauh dari desa. “Setelah sampai ke kebun saya melihat gubuk di kebun sudah berantakan dan menemukan celana dalam milik perempuan,” ungkap Saad Paputungan

Merasa ada yang janggal, dia kembali ke kampung dan melaporkan hal tersebut kepada sejumlah warga. “Kemudian bersama dua orang warga bernama Helmi Laimo (45) dan Ismail Paputungan (40) kembali ke gubuk,” ungkapnya.

Setelah sampai di gubuk, Helmi Laimo dan Ismail Paputungan menelusuri jejak di antara semak yang rubuh seperti bekas orang yang menarik tumpukan daun kelapa mengarah ke jurang. “Akhirnya kami melihat mayat anak perempuan terlentang dan dalam kondisi telanjang bulat,” jelasnya.

Saad Paputungan bersama dua rekannya tersebut mendekati jasad tersebut untuk mengetahui identitasnya. Mereka kaget karena jasad tersebut mereka kenal. Korban sudah 2 hari tak kembali ke rumah. “Kaget kami, kemudian melaporkannya kepada aparat setempat lalu dievakuasi,” jelasnya.

Menurut keluarga, korban meninggalkan rumah di Dusun V Desa Kombot pada Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 21.00 Wita. Korban sempat terlihat pada pukul 21.30 Wita di Dusun I Desa Kombot. Namun, hingga laru malam korban belum pulang ke rumah. Keluarga korban terus mencarinya hingga Senin malam.

“Bersama anggota Polsek setempat mayat korban kita angkat ke pinggir jalan kemudian berkoordinasi dengan pihak Puskesmas lalu diangkut menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan pemeriksaan secara medis,” jelas Praka Irya anggota TNI setempat yang melakukan proses evakuasi.

Praka Irya mengungkapkan barang bukti berupa celana dalam dan baju milik korban yang memiliki keterbelakangan mental telah diamankan oleh Polsek Pinolosian.

Hasil pemeriksaan sementara oleh Joice NC Runtuwu di Puskesmas Pinolosian menemukan luka memar pada mata kanan, mulut dan hidung mengeluarkan belatung.

Seluruh badan mengalami luka gores dan lebam, kemaluan mengeluarkan darah dan belatung, dan terakhir kepala bagian belakang terdapat luka bekas hantaman benda tumpul.

Sehingga hasil pemeriksaan baik dokter dan aparat kepolisian menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan dan pemerkosaan dan mulai melakukan penyelidikan siapa pelaku pembunuhan tersebut. (**)

Don't miss the stories follow KOTAMOBAGUONLINE.COM and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Tiga Polwan Polres Kotamobagu Jadi Korban Tabrakan

Seorang Ayah Tega Cabuli Dua Gadis Remaja Selama Bertahun-tahun

Related posts
Your comment?
Leave a Reply