Beranda Bolmong Bupati Yasti Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Sutradara Seni Pingkan Matindas

Bupati Yasti Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Sutradara Seni Pingkan Matindas

59
0

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow mengecam pagelaran teater Pingkan Matindas: Cahaya Bidadari Minahasa yang dipentaskan Institut Seni Budaya Independen Manado (ISBIMA) di gedung eks-kantor DPRD Sulawesi Utara. Sabtu malam (31/10/2020).

Menurut Bupati Yasti, Pentas seni yang menampilkan sosok yang digambarkan sebagai leluhur Mongondow yakni Raja Loloda Mokoagow, dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap warga Mongondow.

“Raja Loloda Mokoagow sangat ‘disakralkan’. Sebagai keturunan Raja Loloda Mokoagow, mengutuk pentas seni yang disutradai oleh Achi Breyvi Talanggai,” tegas Bupati Yasti. Senin (02/11/2020) kepada wartawan ini.

Pentas teaterikal yang ditayangkan secara live streaming di Kawanua TV Manado, telah melukai hati masyarakat BMR karena terkesan ada unsur pelecehan. Dimana dalam pertunjukan teater itu Raja Loloda Mokoagow digambarkan sebagai sosok yang ‘maniak seks’. Dan juga Raja Loloda Mokoagow digambarkan tewas dengan kepala ter pengal di tangan prajuritnya sendiri atas perintah Pingkan, lalu potongan kepala Raja dipertontonkan.

Bupati Yasti juga mengatakan, siap memfasilitasi para tokoh adat, tokoh masyarakat Mongondow untuk melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. karena menurut Bupati, apa yang diceritakan di teater itu sudah mencoreng dan menodai nilai sejarah Raja Loloda Mokoagow yang merupakan leluhur dan panutan, kehormatan serta harga diri seluruh rakyat Bolaang Mongondow.

“Ini sungguh sangat melukai hati rakyat BMR. Harusnya sang sutradara punya etika dalam menampilkan karya seni, punya dasar alasan dalam menulis, ini pelecehan terhadap rakyat BMR, harus ada tindakan hukum terhadap karya seni yang jelas menyinggung SARA. Jangan mengangkat harkat suku lain, kemudian menjatuhkan suku Mongondow,” kata Yasti. “Ini tidak boleh dibiarkan. Kami akan melaporkan masalah ini secepatnya ke pihak penegak hukum,” sambung pimpinan Adat Bolmong ini dengan nada tegas.

Bupati Yasti pun mengaku menghargai seni. Namun tidak demikian yang dibuat para seniman untuk mendapat keuntungan. Apa terlebih seorang Raja Loloda Mokoagow yang bagi warga Mongondow sangat dihargai dan dihormati. Meskipun begitu, Bupati Yasti meminta agar warga BMR tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk ditindaklanjuti.

Setelah menerima informasi itu, Bupati Yasti mengaku langsung mencari tahu, siapa sutradaranya sekaligus sumber dananya dari mana. Ada dua dinas provinsi yang dicek, ternyata tidak tahu menahu. Bahkan dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi hanya terundang di acara tersebut. Setelah ditelusuri lebih jauh, sumber dana teater seni ini berasal dari dana afirmasi kementrian kebudayaan yang diusulkan para seniman.

“Jadi dinas kebudayaan dan pariwisata itu ternyata hanya diundang juga. Dana pagelaran pentas seni itu, berasal dari dana afirmasi kementrian kebudayaan,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.