Prospek Perekonomian di Sulut Naik

809 Viewed Eka Pratama 0 respond
Prospek Perekonomian di Sulut Naik
Ilustrasi.

SULUT, KC – Prospek perekonomian di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya pada triwulan IV tahun 2016, diperkirakan mengalamai kenaikan dalam kisaran 6,54-6,94 persen, yang mana lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan I, II dan III 2016 tahun ini.

Diketahui konsumsi yang lebih kuat pada tahun ini, dibandingkan tahun 2015 lalu, dalam rangka perayaan Hari Raya Keagamaan Natal dan Tahun Baru, diindikasikan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut.

Adapun berdasarkan lapangan usaha, meningkatnya pertumbuhan ekonomi Sulut utamanya akan ditopang oleh lapangan usaha perdagangan, dan didukung oleh lapangan usaha utama Sulut lainnya yaitu pertanian, konstruksi, industri pengolahan dan transportasi. Sementara berdasarkan penggunaannya, pertumbuhan diperkirakan didorong oleh konsumsi rumah tangga seiring dengan peningkatan kinerja komponen lainnya antara lain konsumsi pemerintah, investasi dan ekspor luar negeri.

“Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan IV 2015 yang hanya tumbuh 5,57 persen, memiliki base effect naiknya angka pertumbuhan pada triwulan IV 2016”.

Secara tahunan, perekonomian Sulut pada tahun 2016 diprakirakan tumbuh meningkat dibanding tahun 2015. Ekonomi Sulut, di tahun 2016, diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,12 – 6,52 persen, meningkat dibanding pertumbuhan tahun 2015 yang tercatat sebesar 6,12 persen.

Pertumbuhan tahun 2016 ini, terutamanya akan ditopang oleh lapangan usaha pertanian yang didorong oleh perbaikan produksi tanaman pangan, perkebunan tahunan dan perikanan.

Peningkatan lapangan usaha pertanian mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan peningkatan kinerja lapangan usaha baik sekunder maupun tersier. Peningkatan perekonomian terindikasi oleh optimisme rumah tangga/konsumen pada 6 bulan yang akan datang sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia. di sisi inflasi, inflasi Sulawesi Utara pada tahun 2016, diperkirakan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional dan menurun dari tahun 2015 yang sebesar 5,56 persen. Inflasi Sulut pada tahun 2016, diperkirakan berada dalam rentang 3,55-3,95 persen.

“Terkendalinya inflasi pada 2016 terutama didorong oleh minimnya tekanan pada kelompok administered prices seiring harga minyak dunia yang masih rendah, optimisme peningkatan produksi pangan di paruh ke dua tahun 2016 serta semakin baiknya upaya pengendalian inflasi yang dilakukan”.

Meski demikian, beberapa risiko masih membayangi diantaranya yaitu: tekanan permintaan pada musim libur akhir tahun yang didorong perbaikan ekonomi secara umum, fenomena La Nina yang dapat mengganggu produksi bahan makanan, gangguan pada sisi distribusi serta faktor kebijakan pemerintah yang belum diperhitungkan khususnya yang terkait dengan penetapan tarif listrik maupun BBM.

Harapan perkembangan ekonomi khususnya Bolmong Raya. Dengan adanya informasi dan kajian perkembangan ekonomi daerah Provinsi Sulut, diharapkan pemerintah dan pelaku usaha di daerah Bolaang Mongondow Raya (BMR), dapat memfaatkan informasi tersebut diatas guna akselerasi pertumbuhan ekonomi kedepan dan menjaga inflasi di wilayah BMR.

(sumber BI/Toms)

Don't miss the stories follow KOTAMOBAGUONLINE.COM and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
13 Parpol Resmi Daftar di KPU Bolmong

KPU Terima dan Umumkan Reksus Laporan Dana Awal Paslon Pilkada Bolmong

164.429 Jiwa DPS Pilkada Bolmong

164.429 Jiwa DPS Pilkada Bolmong

Related posts
Your comment?
Leave a Reply