Hakim Djamaludin Ismail Disebut Terima Gratifikasi Tanah Dalam Kasus Lakalantas 2005

38 Viewed Kotamobagu Online 0 respond

Kotamobaguonline.com, KOTAMOBAGU – Djamaludin Ismail SH MH, Hakim juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Surakarta,  disebut telah melakukan pemerasan dan gratifikasi untuk kasus kecelakaan lalu lintas. Dari pengakuan warga, Jamaludin menerima sebidang tanah.

“ Saat itu saya diminta sebidang tanah yang ada di desa bakan, dengan iming-iming anak saya akan dibebaskan dan tidak akan dihukum penjara, karena saat itu anak saya terkena kasus tabrakan dan kebetulan pak hakim jamaludin itu yang menangani perkara anak saya, kamipun berikan sebidang tanah dengan luas 20×30 meter, “ Tutur Idang Mamonto warga desa bakan kabupaten Bolmong Sulut belum lama ini.

Dugaan Gratifikasi ini, terjadi di Kota Kotamobagu provinsi Sulut pada tahun 2005 silam. Ketika itu DJamaludin Ismail bertugas sebagai hakim di Pengdilan Negeri Kotamobagu provinsi Sulut.

Saat itu, terjadi lakalantas di Kotamobagu yang mengakibatkan salah satu warga meninggal. Korban meninggal seorang perempuan yang lagi berboncengan dengan Wandi Mamonto tidak lain adalah anak dari Idang Mamonto.

Wandi pun akhirnya harus diperiksa dan ditahan lantaran diduga lalai mengendarai kendaraan.  Setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke pengadilan, Djamaludin Ismail SH MH ditunjuk sebagai hakim ketua menangani perkara tersebut.

Saat itulah Damaludin mulai sering ketemu dengan keluarga Idang Mamonto. Beberapa lama kemudian langsung meminta sebidang tanah dengan jaminan kalau anaknya tidak akan dihukum .

“ Jadi kemi keluarga langsung berembuk untuk tanah yang ada di desa bakan berdekatan dengan perusahan tambang JRBM dikasih ke pak Djamal, yang penting anak kami tidak dihukum, padahal tinggal tanah itu harta kami satu-satunya namun apa boleh buat, kita ini orang susah tak punya uang dan tidak adalagi pilihan, “Terang Idang atau yang biasa disapa mama al ini.

Sementara Djamaludin Ismail, ketika dikonfirmasi membantah tuduhan tersebut. Menurutnya itu hanya isu murahan yang tidak ada kebenarannya sama sekali.

” Itu tidak benar. Mana bisa saya harus lakukan itu. Setiap sidang perkara kan selalu dipimpin oleh tiga oràng hakim dan bukan hanya saya sendiri, terang hakim ini.

Iapun mengakui kalau mengenal idang mamonto dan anaknya wandi mamonto yang terjerat kasus lakalantas.

” Mereka itu saya kenal. Masalah tanah itu tidak benar. Saya akan lapor balik kalau cerita ini tidak bisa dibuktikan,” Tandas Hakim.

 

 

Don't miss the stories follow KOTAMOBAGUONLINE.COM and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

MK Tolak Pemilihan Ulang TPS 1 Tumobui

25 Caleg Terpilih Kotamobagu Ditetapkan KPU

Related posts
Your comment?
Leave a Reply