Beranda Bolmong RSUD-DB Bolmong Memiliki Empat Unit Hemodialisis

RSUD-DB Bolmong Memiliki Empat Unit Hemodialisis

208
0

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Visi dan misi Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati (Wabup) Yanny R Tuuk, dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan terus di tingkatkan.

Pasalnya, fasilitas medis di Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang (RSUD-DB) terus dilengkapi. Buktinya, RSUD-DB yang saat ini berada di ibu Kota Lolak, merupakan RSUD-DB pertama dan satu-satunya di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), yang memiliki ruangan dan alat cuci darah atau dalam bahasa medis di sebut Hemodialisis.

Sebagai syarat untuk mendapatkan izin operasional, pihak RSUD-DB mendatangkan

tim Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) untuk melakukan visitasi atau peninjauan. Senin (09/03/2020).

Tim ini dipimpin langsung oleh koordinator wilayah (korwil) Pernefri Sulut, Prof. DR.dr. Emma Sy. Moeis, Sp.PD, KGH, Finasim. Dimana dalam penyampaiannya mengatakan, unit Hemodialisis penting diadakan seiring meningkatnya penderita ginjal kronis saat ini.

“Bersyukur, karena untuk wilayah BMR sudah ada alat Hemodialisis yang di miliki oleh TSUD-DB Bolmong. Sehingga pasien tidak perlu lagi jauh-jauh ke Manado untuk melakukan cuci darah,” ucap Prof Emma.

Dijelaskan, hemodialisis merupakan tindakan akhir bagi penderita penyakit ginjal kronis stadium 5. Dari hasil peninjauan, unit Hemodialisis milik RSUD Datoe Binangkang sudah layak untuk dibuka. Namun, pihak pengelolah RSUD-DB Bolmong harus menyiapkan terlebih dahulu sumber daya manusia (SDM) baik dokter penyakit dalam maupun dokter umum serta perawat yang handal dalam mengunakan alat Hemodialisis.

“Untuk itu, harus ada pendidikan terlebih dahulu, kepada mereka yang akan mengoprasionalkan alat Hemodialisis ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow yang mendampingi langsung tim pernefri, menyampaikan apresiasi kepada Pernefri Sulut yang telah memilih RSUD-DB Bolmong sebagai rumah sakit pertama yang memiliki alat Hemodialisis.

“Allhamdulillah disetujui Pernefri. Ini yang pertama di BMR,” ucap Bupati.

Bupati menjelaskan, dengan adanya persetujuan ini, Pemkab Bolmong akan mempersiapkan semuanya sebaik mungkin, mulai dari anggaran dan apa-apa yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi.

“Untuk menyiapkan SDM mulai April ini akan ada pelatihan sesuai dengan yang dibutuhkan dan ditargetkan pelayanan cuci darah mulai dilakukan di tahun 2020 ini,” jelas Bupati.

Terpisah, Direktur RSUD-DB Bolmong, dr. Debby Kulo mengakui, gedung Hemodialisis sudah selesai dibangun sejak 2016 lalu. Sekaligus Sarana prasarana di dalamnya juga sudah disiapkan. Ruangan yang telah disiapkan itu mampu menampung delapan unit alat Hemodialisis. Namun yang sudah tersedia saat ini sebanyak empat unit.

“Nantinya alat tersebut akan terus ditambah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Lanjutnya, selain SDM, masih ada beberapa rekomendasi dari Pernefri yang harus di penuhi, agat bisa mengantongi izin operasional. Namun, pihaknya akan terus berupaya agar alat cuci darah ini bisa beroperasi di tahun ini.

“Nantinya, jika alat ini sudah beroperasional, maka pasien tidak lagi harus ke luar daerah untuk melakukan cuci darah. Begitupula pasien cuci darah dari daerah lain, sudah bisa langsung ditangani di RSUD-DB Bolmong,” tuturnya. (Jr)

Artikulli paraprakWakapolda Sulut Dan Jajaran Polres Kotamobagu Jenguk Danyon Armed Baterai 19 Bogani
Artikulli tjetërBPBD Bolmong Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.