Beranda Bolmong Di Duga Jadi Korban Perampokan dan Penganiayaan, Kisman Gonibal, Warga Motabang, di...

Di Duga Jadi Korban Perampokan dan Penganiayaan, Kisman Gonibal, Warga Motabang, di Temukan Tak Sadarkan Diri

272
0

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – telah terjadi penganiayaan dan perampokan, kepada saudara Kisman Gonibala 28 Tahun,  Warga Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong.

Kisman Gonibala, yang kesehariannya sebagai pembisnis jual beli kapur import telah ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di tepi jln Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak. Selasa (16/07/2019) malam pukul 21.00 wita. Dan saat ini sedang di rawat di RSUP Malalayang, Manado, Sulut.

Menurut pamannya, Tate Gonibala, menceritakan kronologi kejadian, bahwa, malam itu Kisman sendirian dan sedang dalam perjalanan pulang dari arah Kotamobagu menuju Lolak, dengan mengendarai mobil jenis Agya warna putih. Dan membawa uang yang di isi di dalam dua buah dus besar.

“Uang itu ditaksir berjumlah miliaran rupiah, Dari hasil bisnis jual beli kapur import yang digelutinya,” ungkap Paman Korban. Rabu (17/07/2019), yang malam itu juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lolak, bahwa telah terjadi penganiayaan kepada saudara Kisman.

Lanjut pamannya, setelah tiba di desa Tuyat, korban memberhentikan mobilnya karena ingin buang air kecil. Saat buang air kecil itulah, korban dihantam dari belakang oleh orang tak dikenal. “Diduga dihantam dengan benda padat, sehingga korban pun langsung pingsan,” jelas Paman Korban.

Korban di temukan oleh seorang warga yang ada desa tuyat, masih pamannya, namun karena ketakutan melihat kodisi korban yang sudah tidak sadarkan diri, warga tersebut memangil para mahasiswa KKT yang ada di Desa tersebut, untuk menolong korban. “Korban pun dilarikan ke RS Datoe Binangkang. Namun karena tidak sadarkan diri, Korba pun dirujuk ke RSUP Malalayang, karena mengalami luka memar di bagian kepala dan muntah-muntah,” kata Pamannya.

Anehnya, kata pamannya, ketika korban di temukan, mobil agya yang korban gunakan tidak mengalami kerusakan sedikitpun, namun uang yang di isi di dalam dua dus besar itu sudah tidak ada lagi alias hilang.

Senada dengan peryataan Wanda, yang merupakan kerabat dekat korban, menurutnya, dari keterangan istri korban, saat itu suaminya membawa uang dalam jumlah banyak, yang di isi di dalam dua dus besar. Namun pada saat kejadian dua dus tersebut hilang. Diduga dicuri oleh orang yang telah melakukan penganiayaan.

“Rencanannya Korban Hari ini, Rabu akan melakukan penagihan uang sebesar 2,1 miliar,” kata wanda, sambil mengatakan bahwa kondisi korban saat ini sudah bisa makan bubur saring, namun belum terlalu pulih, berbicarapun masih belum telalu jelas.

Menangapi hal itu, Kapolsek Lolak AKP Romel Pontoh melalui Kanit Reskrim AIPTU Sandi Lantong, membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut, kasusnya sedang di tangani Polsek Lolak. “Ya, Kami telah menerima laporan tentang penganiayaan yang telah dilaporkan oleh Tate Gonibala selaku paman korban,” ucap Kanit.

Namun, lanjut kanit, mengenai adanya dugaan perampokan uang miliaran rupiah, pihak Polsek Lolak akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,  karena dalam laporan pamannya hanya melaporkan terkait penganiayaan, dan tidak melaporkan adanya dugaan perampokan.

“Kami akan mendalami kasus ini, karena pada saat pelaporan, korban sudah di rujuk ke RSUP Malalayang, Manado. Maka rencananya kami akan mengunjungi korban, jika korban sudah sadarkan diri, guna penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya. (Jr)

Artikulli paraprakDiskominfo Bolmong Terima Kunjungan Diskominfo Minut
Artikulli tjetërPemkab Bolmong, Lantik Dua Camat Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.