Beranda Berita Utama Pemkab Bolmong dan Polisi Bakal Tarik Paksa Kendis Belum Dikembalikan, Bila Hilang...

Pemkab Bolmong dan Polisi Bakal Tarik Paksa Kendis Belum Dikembalikan, Bila Hilang Harus TGR

121
0

Kotamobaguonline.com BOLMONG – Langkah tegas akhirnya harus dilakukan pemerintah kabupaten Bolmong Sulut. Setelah sekian lama bersabar dan berharap agar aset daerah berupa kendaraan dinas yang masih dikuasai oleh mantan pejabat tak kunjung dikembalikan. pemerintah bersama dengan pihak kepolisian akan menarik paksa aset tersebut.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong Fico Mokodompit mengatakan, nama-nama yang masih menguasai aset daerah telah dipublish dan dalam waktu dekat akan segera ditelusuri keberadaan aset itu.

“ Dalam waktu dekta ini BKD  akan melakukan penelusuran dan penarikan terhadap aset yang masih dikuasai oleh para mantan pejabat atau ASN yang telah pindah tugas, Kami berharap mereka (mantan pejabat), segera mengembalikan aset yang ditahan, kalau tidak maka kami akan ambil paksa” ujar Fico, Selasa (11/06).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Brang Daerah. Irawan Vanny mengungkapkan, nama – nama pemegang aset saat ini sengaja di mempublish agar  sadar untuk mengembalikan aset tersebut.

“Kalau mereka tidak koperatif setelah dipublish nama-namanya, maka kita akan lakukan penarikan bersama oleh aparat penegak hukum, jika barangnya suda hilang adan dibuatkan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) atas barang tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai instruksi Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, agar masalah aset diselesaikan secepatnya.

“Untuk itu kita akan tegas dalam masalah aset,” katanya.

Sementara itu, diketahui data dibeberkan oleh BKD Bolmong, mantan pejabat Bolmong yang masih menguasai aset berupa kendaraan roda empat dan dua cukup banyak.

Mulai mantan wakil bupati, mantan wakil wali kota,mantan kepala dinas, hingga mantan camat, ada pun ASN yang telah berpindah tugas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.