Beranda Berita Utama Bupati Lapor Pengusaha yang Berikan Bingkisan ke KPK

Bupati Lapor Pengusaha yang Berikan Bingkisan ke KPK

185
0
Bupati Lapor Pengusaha yang Berikan Bingkisan ke KPK

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Salah satu Pengusaha yang memegan perusahaan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di laporkan Bupati Bolmong, Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, ke Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) Bagian Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah). Pasalnya Bupati Bolmong keberatan dengan pemberian bingkisan yang tidak diminta, namun tetap di berikan oleh Pengusaha tersebut.

Hal ini sebagaimana ditegaskan Bupati, Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, dihadapan KPK, saat dirinya melaporkan sekaligus menyerahkan bingkisan berupa essential oil, pewangi ruangan yang diketahui bermanfaat sebagai alat terapi kesehatan.

“Kepada pengusaha-pengusaha yang ada di bolmong, saya tegaskan jagan coba-coba memberikan hadiah dalam bentuk apapun kepada saya kerana saya tidak menginginkan itu,” tegas Yasti. Selasa (09/10/2018) kemarin diruangan rapat lantai III kantor bupati Bolmong.

Di hadapan tim KPK, Bupati juga menunjukan cendra mata dari Perusahaan PT. Conch Nort Selawesi Cemen (CNSC). Lalu menjelaskan bagamana ia menerima pesan WhatsApp dari salah satu pengusaha, bahwa ada bingkisan yang akan diserahkan oleh istrinya.

“Jadi, beberapa hari lalu saya menerima pesan WhatsApp dari salah seorang pengusaha, dalam pesan itu dia menyampaikan Istrinya sedang berada di Kotamobagu dan akan menyerahkan sebuah bingkisan. Menerima pesan itu, saya langsung menolak, dengan mengatakan mohon maaf saya tidak menerima pemberikan dalam bentuk apapun, saya tidak berkenan menerima itu. Tetapi tiga hari lalu, saat saya pulang di rumah, bingkisan itu sudah diantar dan ad di rumah saya, lalu saya WA lagi dan memberi peringatan bahwa saya akan lapor ke KPK, bertepatan saat ini ada pertemuan dengan KPK, jadi saya langsung menyerahkan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Tim KPK, bagian Korsupgah, Muhamad Indra Furqon sangat mengapresiasi langkah Bupati Bolmong tersebut. Menurutnya, gratifikasi itu jika di bawa 30 hari dilaporkan itu tidak apa-apa, kalau lebih dari 30 hari baru dilaporkan akan dikenakaan pasal lebih berat. “Sangat mengapresiasi bupati Bolmong. Memang pada dasarnya ASN dan penyelenggara negara sangat dilarang menerima hadia dalam bentuk apapun, ini nantinya akan sampai ke pusat, dan kiranya bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh ASN yang ada di Bolmong,” tuturnya.

jumrin potabuga

Artikulli paraprakKunjungi Boltim, Komisi I DPRD Sulut Pastikan Kendala Perekaman KTP-el di Daerah
Artikulli tjetërKPK RI Kuker ke Bolmong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.