Beranda Berita Utama Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Air Bersih

Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Air Bersih

219
0
Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Air Bersih
Irwan Paputungan

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Warga Desa Kopandakan Dua, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), keluhkan adanya kenaikan tarif Air Bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolmong.

Sebagaimana diungkapkan, Laili Ondah, yang harus membayar hingga enam kali lipat dari jumlah yang biasa ia bayarkan. Padahal menurutnya, penggunaan air bersih setiap bulannya kurang lebih sama. Hanya untuk keperluan mandi, mencuci dan memasak.

“Biasanya saya hanya membayar 40 ribu hingga 50 ribu perbulan. Tapi setelah adanya kenaikan tarif pada Juli lalu, pembayaran saya menjadi 65 ribu. Namun ketika saya melakukan pembayaran untuk pemakaian air pada bulan Agustus, sudah menjadi 275 ribu,” keluhnya saat bersua dengan awak media.

Menangapi hal tersebut, Dirut PDAM Bolmong, Irwan Paputungan, menegaskan, bahwa itu sudah sesuai aturan dan harus dibayar.

Dia menjelaskan, PDAM tidak mau lagi mengalami kerugian seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi menurut dia, PDAM merupakan perusahaan yang membiayai diri sendiri, mulai dari gaji pegawai hingga biaya operasional. Selain itu, upaya ini juga untuk mendongkrak pendapatan asil daerah (PAD).

“Selama ini PDAM tidak punya kontribusi untuk daerah. Jadi apa yang sudah tercatat harus dibayar. Kalau tidak bayar maka saya lakukan pemutusan sambungan,” kata Irwan dengan nada tinggi, saat di konfirmasi via telepon seluser, Rabu (26/09/2018).

Dirinya mengatakan, terhitung mulai 1 Juli 2018 lalu, PDAM Bolmong resmi menaikan tarif dasar air bersih.

Harga yang dikenakkan pun berfariasi. Mulai dari tiga ribu rupiah hingga Sembilan ribu rupiah permeter kubik. Tergantung kelompok golongan pelanggan.

Keputusan ini diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, Nomor 210 Tahun 2018. Tidak hanya menaikkan harga air bersih, tapi PDAM Bolmong juga mengubah sistem perhitungan jumlah yang harus dibayar.

“Sejak tanggal 1 Agustus 2018 lalu, PDAM Bolmong sudah mengunakan sistem online untuk melakukan penghitungan tarif dasar air bersih. Pasalnya, sistem manual yang digunakan sebelumnya dianggap tidak akurat dan rawan penyelewengan,” ujar Irwan.

Dirinya mengakui, banyak petugas PDAM Bolmong yang hanya sembarangan mancatat angka dimeteran air setiap pelanggan. Bahkan ada yang tidak turun ke lapangan dan hanya mengira-ngira jumlah pemakaian air masing-masing pelanggan. Alhasil, jumlah air yang dikeluarkan PDAM tidak sesuai dengan jumlah yang harus dibayarkan.

“Jadi dengan menggunakan sistem online, maka jumlah pemakaian selama ini yang tidak tercatat oleh petugas akan terakumulasi secara otomatis. Jadi jangan heran jika jumlah yang harus dibayarkan terbilang besar,” tutur Irwa.

jumrin potabuga

Artikulli paraprakBiro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut Sukses Gelar Pelantikan 5 Kepala Daerah
Artikulli tjetërPemkot Kotamobagu Awasi 275 Pangkalan Elpiji

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.