Beranda Advertorial Dirjen KSDAE KLHK RI Resmikan Santuary Tambun Dan Muara Pusian Taman Nasional...

Dirjen KSDAE KLHK RI Resmikan Santuary Tambun Dan Muara Pusian Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

281
0
Dirjen KSDAE KLHK RI Resmikan Santuary Tambun Dan Muara Pusian Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Direktur Jendral (Dirjen) Koservasi Sumber Daya Alma dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wiratno, bersama Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Lukita Nistyantata, meresmikan Sanctuary Tambun dan Muara Pusian Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Desa Pinonobatuan, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wiratno, dalam sambutanya memberikan apresiasi dan uacapan terima kasih kepada Bupati Bolmong, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone serta kepada Sangadi dan seluru Masyarakat Desa Pinonobatuan atas kerja keras dan upaya untuk menjaga dan melestarikan habitat burung maleo yang merupakan hewan endemik di Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan ikon kebangaan Kabupaten Bolmong.

“Semogah dengan diresmikannya Santuary Maleo Tambun dan Muara Pusian hari ini, dapat menarik lebih banyak lagi minat wisatawan asing dan wisatawan domestik untuk datang berkunjung, sehingga dapat meningkatkan ekonomi desa dan saya juga berharap agar Pemerintah Daerah (Pemdah) Bolmong, khususnya Dinas Pariwisata agar dapat membuat kolam air panas, karena kualitas air panas di Santuary Maleo Tambun ini sangat bagus kualitasnya,” ungkapn Dirjen

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow, mengatakan, Burung Maleo merupakan satwa endemik yang hanya bisa ditemui di Tiga Provinsi yang ada di Pulau Sulawesi. Yakni Kabupaten Bolmong Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Namun kata bupati hewan yang dikategorikan terancam punah tersebut dikarenakan maraknya perburuan, ditambah lagi dengan perilaku masyarakat yang suka mengambil atau mengumpulkan telur Burung Maleo ini untuk dikonsumsi serta dijadikan cendera mata.

“Yaa, saya berharap dengan diresmikanya Santuary Maleo Tambun ini. Masyarakat dapat menjaga dan melestarikan serta meningkatkan populasi habitat burung maleo di Santuary ini,” harap bupati.

Bupati juga menjelaskan Burung, Maleo adalah jenis burung yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 55 Cm, oleh kerena itu mari kita jaga bersama satwa endemik ini, karena di Sulut hanya kabupaten bolmong yang memiliki satwa ini.

“Mari kita jaga bersama, bahaya yang mengancam kepunahan habitat burung maleo ini, kerena burung meleo merupakan ikon Kabupten Bolmong,” tutur bupati.

(advertorial)

Artikulli paraprakRanway Bandara Bolmong Tahap 1 Sudah 10%
Artikulli tjetërKPU Bolmong Serahkan Hasil Penelitian Syarat Caleg Tahun 2019

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.