Beranda Berita Utama Dana DAK Glondongan Menjadi Kendala Tim Pendataan Aset Dilapangan

Dana DAK Glondongan Menjadi Kendala Tim Pendataan Aset Dilapangan

229
0
Dana DAK Glondongan Menjadi Kendala Tim Pendataan Aset Dilapangan
Tim pendata aset, saat melakukan pendataan disalah satu sekolah

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Tim Pendataan Aset Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terkendala dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2007 sampai 2011 yang diduga sebagai dana DAK Glondongan. Hal ini sebagaimana yang dikatakan Sekretaris Disdik Bolmong, I Wayan Mudiyasa, yang juga sebagai Ketua Tim Pendataan Aset Disdik Bolmong. Rabu (25/07/2018) di ruangan kerjannya.

“Yang susah kami dapatkan dilapangan yaitu pendataan dana-dana DAK tahun 2007 sampai 2011, ini merupakan dana- dana DAK Glondongan, contohnya pengadaan buku yang tersebar di 151 sekolah yang ada di bolmong. Disini kami tidak tahu sekolah-sekolah mana saja yang menerima buku-buku itu, sehingga jika kami tidak turun langsung kelapangan dan memangil semua kepala-kepala sekolah maka kami tidak bisa menemukan buku- buku tersebut,” ungkapnya.

Tambahnya, pada bulan juni lalu ketika Tim pendataan aset turun ke lapangan, ada beberapa kepala sekolah yang lagi tugas luar daerah dan ada juga yang sakit sehingga pada bulan juni itu tim pendataan aset tidak optimal dalam melakukan pendataan.

“Ini menjadi kendala kami dilapangan ketika kepala-kepala sekolah lagi tugas luar, namun ada beberapa dana-dana DAK glondongan ini kami sudah dapatkan,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk aset bergerak berupa kendaraan roda dua (motor) itu sudah hampir 85% yang didapatkan dan sudah didata oleh tim pendataan aset, sedangkan sisa kendaraan lainnya itu berada di tiga kabupaten tetangga yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Timur.

“Kami belum sempat turun ke 3 kabupaten ini, untuk menelusuri aset tersebut, aset Disdik Bolmong itu banyak tersebar di sekolah-sekolah karena semua bantuan yang ada di Disdik bolmong itu di salurkan menuju unit-unit atau satuan pendidikan seperti Lab laboratorium, mobiler dan buku-buku. Kami optimis untuk menjawab carut marut aset yang ada di Disdik ini,” tegasnya.

(jumrin potabuga)

Artikulli paraprakIni Ucapan Nayodo Kepada Rakyat Kota Kotamobagu dan Pasangan JADI-JO
Artikulli tjetërWali Kota Tatong Bara Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi di Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.