Beranda Berita Utama Bupati Yasti Temui Prof Yusril Ihza Mahendra Bahas Ini

Bupati Yasti Temui Prof Yusril Ihza Mahendra Bahas Ini

213
0
Bupati Yasti Temui Prof Yusril Ihza Mahendra Bahas Ini
Bupati Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, saat bertemu Prof Yusril Ihza Mahendra

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, usai menandatangani Naska Kesepahamam Program PURKADES, (08/03/2018) menggelar pertemuan dengan pengacara kondang, Prof Yusril Ihza Mahendra, terkait permasalahan tapal batas dan pembagain Dana Bagi Hasil (DBH) Royalti PT J Recouses Bolaang Mongondow (PT J RBM) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong dan Pemkab Bolsel.

Di hadapan Prof Yusril, Bupati menjelaskan duduk persoalan mengenai permasalahan batas daerah antara Bolmong dan Bolsel, ini ada kaitan dengan hadirnya Permendagri 40 Tahun 2016 tentang tapal Batas antara Bolmong dan Bolsel. Adapun data-data mengenai permasalahan tersebut telah diserahkan, dan masih akan dikaji lebih mendalam sebelum dilakukannya langkah hukum yang konkret. Sejumlah Kajian mendalam tersebut untuk menentukan langkah hukum apa saja yang akan diambil, termasuk Judicial Review ke Mahkamah Agung.

“Pada prinsipnya, Prof Yusril menyampaikan siap membantu Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow untuk menyelesaikan masalah tapal batas, dan dampak ikutannya menyangkut pembagian royalti,” kata Kadis Kominfo Bolmong Parman Ginano, melalui relis resminya.

Lanjutnya lagi, Sikap ini diambil salah satunya mempertimbangkan kemaslahatan bagi masyarakat bolaang mongondow sebagaimana permintaan dari bupati.

Diketahui, Bupati Yasti menolak keputusan Kemendagri RI yang dinilai berpihak dengan memutuskan bahwa royalti PT JRBM ke Pemkab Bolsel sebesar Rp28 miliar. Hal ini diungkapkan Bupati Bolmong yang menilai rapat yang dilaksanakan sangat tidak adil dan merugikan Bolmong, karena tidak diberikan kesempatan menyampaikan data-data pendukung. “Kami memprotes. Semua argumen dan data yang kami kantongi sama sekali tidak dipertimbangkan oleh pihak Kemendagri,” tegas Bupati.

Bupati menambahkan, hasil rapat tersebut juga tidak mengakomodir hak dari masyarakat Bolmong tidak dipenuhi. Sehingga, Pemkab Bolmong dengan tegas menolak keputusan sepihak yang ditetapkan pihak Kemendagri RI dalam rapat tersebut. “Sebagai bentuk keberatan serta menolak hasil rapat, saya tidak menandatangani berita acara kesepakatan rapat,” kata Bupati.

(jumrin potabuga)

Artikulli paraprakSoal Penyebar Berita Hoax Pemilik Akun Facebook Sahabat Demo Bakal Dipanggil Penyidik Polres Bolmong
Artikulli tjetërIni Formasi CPNS yang Diusulkan Pemkot Kotamobagu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.