Beranda Berita Utama Soal PETI di Kawasan HL DLH Bolmong Berkoordinasi Dengan Instansi Terkait

Soal PETI di Kawasan HL DLH Bolmong Berkoordinasi Dengan Instansi Terkait

388
0
Soal PETI di Kawasan HL DLH Bolmong Berkoordinasi Dengan Instansi Terkait
Aktivitas PETI di kawasan Patolo, Desa Tanoyan Selatan.

Kotamobaguonline.com, BOLMONG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir Hi M Yudha Rantung, Minggu (05/11/2017), menegaskan, pihaknya akan melakukan koodinasi dengan Kepolisian serta instansi lainnya terkait aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dikawasan Hutan Lindung  (HL).

Terlebih kata Yudha Rantung, dilokasi PETI yang nyata-nyata menggunakan tenaga asing, dan diduga kuat hanya mengantongi paspor kunjungan.

“Kami telah mengagendakan untuk melakukan lintas koordinasi dengan pihak-pihak terkait, diantaranya dengan Kepolisian Resort (Polres) Bolmong, kantor Imigrasi, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi serta Kabupaten Bolmong, serta Dinas Pertambangan Sulut,” kata Rantung.

Dikatakannya, akhir-akhir ini kian merebak pengelolaan emas dengan cara perendaman. Sementara lokasi yang dijadikan objek pertambangan adalah wilayah HL. Bahkan tidak memiliki izin resmi dari pemerintah.

“Kami sudah turun ke lapangan, tinggal melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Karena ini sangat bertentangan dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya pihak Polres Bolmong, telah menurunkan tim ke lokasi PETI tepatnya di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, dikawasan pertambangan Sondana dan Potolo. Para penambangnya didapati sudah melarikan diri.

“Saat kita tiba, lokasi sudah sepi. Para pekerja yang ada di lokasi sudah melarikan diri,” aku Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Hanny Lukas SE.

Dikatakan Hanny Lukas, beberapa tempat saat diperiksa sudah kosong. Mereka hanya meninggalkan peralatan kerja mereka.

Sementara itu tokoh pemuda asal Tanoyan Selatan, Abdul Nasir Ganggai, mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa perusahaan yang masuk ke lokasi Sondana itu dari China dan bernaung pada PT Zhongchin Mineral.

“Untuk di lokasi tambang Potolo juga terdapat aktivitas kegiatan rep siram dengan luas bak seperti ukuran lapangan sepakbola,” akunya.

Diketahui lokasi tersebut masuk kawasan HL. Mereka menggunakan alat berat dan tiga orang Warga Negara Asing (WNA) dari China.

(matt)

Artikulli paraprakGP Ansor Bolmut Bekali Kader Lewat DTD
Artikulli tjetërKPU Kotamobagu Kantongi 10 Balon PPS Anggota Parpol

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.