Beranda Berita Utama 500 Warga Lolak Tahun 2017 tak Terima PKH

500 Warga Lolak Tahun 2017 tak Terima PKH

448
0
500 Warga Lolak Tahun 2017 tak Terima PKH
Keluarga Harapan, Kabupaten Bolmong.

Kotobaguonline.com, BOLMONG — Sebanyak 500 Warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tidak pernah lagi menerima bantuan  Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bolmong terlebih ditahun anggaran 2017 ini.

Hal ini terungkap ketika satu diantara warga Desa Labuang Uki, ibu Ani, menjelaskan kepada Kotamobaguonline.com, Selasa (24/10/2017), mengaku keluarganya sejak bantuan PKH dirubah pemerintah cara pemerimaannya ke Tabanas dan ATM. Sejak itu juga kami sudah tidak lagi menerima bantuan PKH tersebut.

“Padahal saya sudah terdata dan menerima bantuan ini sejak tahun 2009. Namun kejadian ini terjadi bukan hanya saya saja, tapi sebagian warga Desa Labuan Uki yang sudah biasa mendapatkan bantaun PKH,” ungkapnya.

Ani membeberkan, sebelum tahun 2017 ini, dirinya mengambil bantuan tersebut di kantor Pos dan Giro, Kecamatan Lolak, dan tidak ada masalah. Namun setelah pendamping dari Kecamatan datang menerangkan bahwa data kami tertukar dengan data warga Sulawesi Tengah (Sulteng), padahal inikan sudah sistem online.

“Anehnya, sampai saat ini, saya belum pernah melihat, apalagi memegang buku rekening bank tersebut. Menurut pendamping yang namanya Hidayat Gobel, buku rekening dia yang urus,” terangnya.

Dirinya berharap, dinas yang terkait agar secepatnya mengatasi permasalahan ini, sehingga tidak berlarut-larut dan menimbulkan masalah baru nantinya.

“Bantuan PKH ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menyekolahkan anak, serta keperluan belajar mengajarnya. Saat ini saya hanya bergantung dari hasil jualan kue,” harap Ani.

Ketika dikonfirmasi ke Operator PKH Dinas Sosial (Dinsos) Bolmong Jefry Sugeha membenarkan, bahwa data nomor rekening sejumlah penerima tertukar dengan penerima dari Sulteng. Namun ini kesalahan dari bank sepenuhnya. Pihaknya juga mengaku tak tahu jelas kenapa bisa salah.

“Saya juga tak tahu jelas kenapa tertukar. Ini kesalahan dari pihak bank, karena yang tertukar rekening itu ada 500 penerima di Bolmong, semuanya dari Lolak. Ini sudah sementara berproses, semoga dalam waktu dekat cair, dan akumulasi selama setahun pasti akan dicairkan juga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Bolmong Lutfi Limbanadi saat ditemui dikantor menuturkan, dengan adanya permasalahan ini pihaknya sudah melapor ke Kementerian Sosial RI, dan saat ini datanya sementara diperbaiki.

“Bagi penerima mohon bersabar dan menunggu. Semoga dalam waktu dekat ini data yang tertukar bisa selesai dan bantuannya segera dicairkan,” Singkat Kadis.

Terkait permasalahan ini, Anggota DPRD Bolmong, Swempry Rugian angkat bicara. Dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut.

“Saya selaku anggota komisi III yang menjadi mitra kerja Dinsos, saya berharap permasalahan ini bisa cepat ditangani. Dinsos harus jemput bola,” kata Swempry yang dikenal vokal memperjuangkan hak rakyat.

Ditambahkan, jika dalam waktu dekat ini tidak ada penyelesaian, maka dirinya akan membawa permasalahan ini untuk dibahas di rapat komisi.

“Ini masalah urgent. Jangan dianggap enteng, apalagi khusus wilayah Lolak 500 penerima, belum di kecamatan yang lain. Jangan sampai masyarakat sudah tidak percaya lagi pada pemerintah terkait bantuan-bantuan,” pungkasnya.

(jumrin potabuga)

 

Artikulli paraprakKetua DPRD Bolmut Minta Kades Berinovasi Dalam Pembangunan Desa
Artikulli tjetërRusunawa di Pobondayan Siap Difungsikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.