Beranda Berita Utama Diknas Bolmong Seriusi Perkembangan Paud

Diknas Bolmong Seriusi Perkembangan Paud

349
0
Diknas Bolmong Seriusi Perkembangan Paud
PAUD Bolmong.

BOLMONG, kotamobaguonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), melalui Dinas Pendidikan Nasonal (Diknas) Bolmong, saat ini sedang menseriusi terkait perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di daerah ini.

Kadiknas Bolmong, Drs Jafar Paputungan, melalui Kepala Seksi (Kasie), Kelembagaan Sarana Prasarana Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Petronela Tutkey Moses, mengatakan, data PAUD yang sudah mendaftar di Diknas Pemkab Bolmong, terdapat 242 lembaga.

“Ya, dari data yang ada di Dispen Bolmong, sudah ada 242 lembaga PAUD yang terdaftar dan bantuan akan diberikan sesuai rencana anggaran tahun 2017 ini berupa bantuan mobiler, seperti meja, kursi dan alat peraga,” kata Petronela, Sabtu (17/06/2017).

Dia menambahkan, untuk penyaluran bantuan PAUD di tahun anggaran 2017 ini, pihaknya akan melihat mana lembaga PAUD yang masih aktif atau tidak. “Bantuan ini program APBD tahun 2017, jadi kami akan melihat mana yang masih aktif atau tidak, terutama yang menjadi skala prioritas. Jangan sampai kita memberikan bantuan kepada PAUD yang sudah tidak aktif dan penyaluran bantuan ini tergantung, pada waktu pencairan serta kelengkapan  pangkalan data PAUD itu sendiri,” terangnya.

Dikatakannya, pihak Diknas Pemkab Bolmong, saat ini sementara melengkapi data lewat lembaga-lembaga PAUD, untuk melakukan sinkronisasi data serta penerbitan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), untuk legalitasnya PAUD yang ada di Bolmong.

“Karena ada lembaga PAUD yang sudah lama tapi belum terdaftar, akibat kurang tenaga operator dan jaringan terbatas serta fasilitas tidak ada,” tuturnya, sambil berharap kedepan, akan ada penambahan tenaga operator untuk PAUD yang akan mengoperasikan komputer untuk melengkapi database berbasis online. “Kami mengharapkan setiap lembaga PAUD harus memiliki satu laptop dan satu operator serta harus ada pelatihan untuk tenaga operator tersebut, karena saat ini tenaga pendidik sangat terbatas,” tegasnya.

(jumrin potabuga)

Artikulli paraprakSekda Bolmong Gelar Sidak di SKPD
Artikulli tjetërKepala Puskesmas Tungoi Minta Petugas Medis Tingkatkan Pelayanan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.