Beranda Berita Utama Kisah Penjual Jamu Cantik Murah Senyum di Kotamobagu

Kisah Penjual Jamu Cantik Murah Senyum di Kotamobagu

479
0
Penjual Jamu Cantik Murah Senyum di Kotamobagu
Yanti, penjual jamu asal Kota Solo.

Kotamobaguonline.com, KOTAMOBAGU— Mbak jamu namanya, ini panggilan akrab bagi     Yanti.      Ibu muda berhijab memiliki satu anak, adalah seorang penjual jamu berpenampilan menarik anggun nan cantik dan murah senyum.

Yanti adalah perantau asal pulau Jawa, tepatnya Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Setelah usaha restoran bersama suaminya bangkrut. Yanti kini harus memulai usahanya menjual jamu keliling dengan menggunakan sepeda, untuk menghidupi satu anaknya, sambil membantu suaminya berjualan bakso gerobak di seputaran jalur dua Jalan Paloko Kinalang Kotamobagu.

Yanti mengkisahkan, setelah usahanya bangkrut di Jawa, dirinya memutuskan untuk merantau ke tanah Sulawesi, tepatnya di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut. keputusan itu diambil bersama suaminya. Sementara Yanti sendiri memutuskan untuk mengais rezeki dengan berjualan jamu keliling. Kini dia harus berjuang mulai dari nol. Dia rela mendayung sepedahnya, mulai pagi sampai siang, dengan modal Rp400 ribu. “Pagi sebelum berjualan jamu keliling, sudah bangun pada pukul 03.00 wita, untuk sholat Tahajud, kemudian saya mempersiapkan kebutuhan keluarga. usai dari itu, harus meracik bahan untuk jamunya,” tutur Yanti.

Tepat pukul 06.00 wita pagi hari, usai berdandan, Yanti keluar dari tempat kosnya yang di sewa untuk cari nafkah. Dia berjalan mengelilingi pusat kota, tempat-tempat yang ia sering singgahi untuk jualan, bahkan hinga ke perkantoran sekitaran Kotamobagu.

Namanya sudah di kenal terutama para pelanggannya, mulai dari para tukang ojek sampai orang-orang kantoran. Sesekali saat Yanti mengayuh sepedanya, ada yang menegur sembari menyapa ada juga yang memanggil untuk membeli.

“Sudah 2 tahun lamanya berjualan, saya tidak malu, karena ini pekerjaaan halal. Iya memang lelah, tetapi saya tidak patah semangat, karena ingin untuk menghidupi anak saya dan membantu suami. Hidup ini butuh perjuangan,” ungkapnya dengan senyum khasnya.

Ketika di tanya wartawan media ini, apakah saat berjualan tidak ada yang jail? Yanti mengatakan tidak ada. “Hanya pernah sekali mendapat perlakuan tidak terpuji dari satu diantara pembeli, dan kejadian itu membuat saya sangat sedih, bahkan sempat meneteskan air mata, usai kejadian itu,” kisahnya.

Ibu muda berhijab ini, menambahkan, selain jamu dia juga punya pekerjaan lain, menjadi tukang urut khusus wanita. “Jadi usai menjual jamu dari pukul enam sampai dua belas siang, saya beranjak pulang ke rumah dan melanjutkan pekerjaan sampingan saya sebagai tukang urut khusus wanita,” akunya.

Sebelum mengakhiri percakapan, Yanti berpesan bahwa untuk melanjutkan hidup yang lebih baik, jangan pernah berputus asa. Teruslah bersabar dan berdoa. “Sabar adalah kunci utama walaupun berkali-kali kita sering jatuh bahkan terpuruk, tetap harus bangkit lagi,” pesannya.

(aditya suade)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.