Beranda Berita Utama Debat Publik Pilkada Bolmong Yasti-Yanny Hebat

Debat Publik Pilkada Bolmong Yasti-Yanny Hebat

303
0
Debat Publik Yasti-Yanny Hebat
Nampak Cabup Yasti S Mokoagow, saat melontarkan pertanyaan kepada Paslon SBM-JiTu

Kotamobaguonline.com, BOLMONG – Debat publik tahap kedua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), 2017 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Senin (30/01/2017) sukses.

Dalam adu konsep dalam debat yang mengambil tema optimalisasi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) dari masing-masing calon nomor urut 1, Dra Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk (Yasti-Yanny) dinilia hebat.

Sementara panelis masing-masing Tresye Londa, Jhony Budiman, dan Ridwan Lasabuda dan Ferry Liando sebagai moderator membagi debat tersebut dalam empat segmen dan langsung mempersilakan kedua pasangan calon menyampaikan visi misi sesuai tema debat dalam segmen pertama.

Salihi yang diberikan waktu selama 5 menit, lebih dahulu menjelaskan dalam visi misi  mereka konsep optimalisasi SDA dan SDM. Untuk SDA di daerah seperti di bidang pertanian melalui diversifikasi, meningkatkan produktifitas serta perluasan lahan  pertanian. Selain itu, pembangunan destinasi wisata baru, satuan kerja untuk promosi wisata dan peningkatan aparaturnya. Sementara untuk optimalisasi SDM, menurut Salihi penting meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, penyediaan lembaga pendidikan termasuk non formal yang bermutu. “Serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi,” kata Salihi.

Yasti sendiri menjelaskan konsep optimalisasi SDA dalam visi-misi mereka menuju Bolmong Hebat, yakni berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat 2 yang menyatakan, cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. “Atas dasar pijakan itu, kita akan melakukan pengelolaan SDA, semata-mata untuk kemakmuran rakyat,” terang Yasti.

Dia menjelaskan bahwa di bidang perkebunan ada sekitar 40 ribu hektare (Ha) lahan perkebunan di Bolmong yang ditanami tanaman cengkih, pala, kakao, dan lain-lain yang harus dikembangkan lagi. Di bidang pertanian, akan dilakukan diversifikasi dan ekstensifikasi. Begitu pula di bidang, perikanan, peternakan dan kelautan. “Sawah dan lading yang luas jika dikelola maksimal bisa membawa Bolmong mencapai swasembada pangan,” jelas yasti.

Sementara untuk optimalisasi SDM, dengan melihat indeks prestasi manusia (IPM) Bolmong yang berada di bawah daerah lainnya di Sulawesi Utara (Sulut), haris dilakukan intervensi di bidang pendidikan misalnya dengan program anak asuh, sekolah gratis, yang tidak sekolah diikutkan dalam program paket A, B atau C. “Intinya semua warga berhak dan wajib mendapatkan pendidikan yang layak. Begitu pula kesehatan, serta pelatihan di bidang usaha,” katanya.

Ketiga panelis kemudian memberikan pertanyaan kepada pasangan calon, seperti komitmen melindungi mangrove serta strategi agar bagaimana itu bisa member nilai tambah bagi warga. Menurut calon Wakil Bupati nomor urut 1 Yanny Ronny Tuuk, dalam komitmen melindungi mangrove, dibutuhkan penegakan hukum yang tegas. Kemudian, pemerintah harus maksimal melakukan penyuluhan bagi warga soal pentingnya mangrove. Dan pemerintah harus men galokasikan anggaran untuk reboisasi.“Jika itu dilakukan, ancaman hilangnya SDA ini tidak akan terjadi di Bolmong,” jelas Yanny.

Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Jefri Tumelap mengatakan zonasi berdasarkan tata ruang yang ada harus diterapkan maksimal. “Itu untuk menjaga agar mangrove tetap aman,” katanya.

Sejumlah pertanyaan lain  yang muncul saat kedua pasangan calon dipersilakan bertanya dan menjawab seperti, pemberdayaan perempuan kelestarian lingkungan hidup, mengatasi pertambangan di sekitar hutan lindung,  menaikkan rata-rata tingkat pendidikan warga, dan sebagainya.

Kedua pasangan calon kemudian diberikan kesempatan memberikan pernyataan penutup. Salihi dan Jefri berharap ke depan, SDA Bolmong dikelola pemimpin yang punya hati untuk rakyat . Kemudian, rakyat yang beragam profesi harus mempunyai kesempatan untuk bisa mendapat topangan dan bantuan kredit dari pemerintah. “Dan paling penting dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) ini, tetap menjaga persaudaraan dan jangan menjadi renggang,” kata Salihi.

Sementara pernyataan penutup pasangan Yasti dan Yanny bahwa persaudaraan jangan dicederai hanya karena berbeda pilihan dalam Pilkada, tetapo menjaga motto yakni Mototabian, Mototanoban dan Mototompiaan. “Serta pada 15 Februari nanti, semua wajib pilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) secara bersukacita, bergembira. Sebab meski calon di Pilkada ada dua, namun yang akan menang nanti hanya satu,” tutur Yasti.

Dalam pantauan, masing-masing paslon baik Yasti-Yanny maupun SBM JiTu, memberikan pernyataan-pernyataan cukup menjanjikan untuk kemajuan daerah Bolmong.

Menarik, saat debat berjalan, di luar gedung pendukung paslon nomor 1 dan nomor 2, saling menyuarakan yel-yel. Hal itu membuat suasana di luar gedung jadi ‘panas’. Akan tetapi kondisi itu tak cukup mengganggu stabilitas keamanan. Pasalnya, ratusan polisi disiagakan di lokasi debat.

(matt/jumrin)

 

 

Artikulli paraprak5 Ratus Juta Anggaran Penanggulangan Bencana Pemkot KK
Artikulli tjetërDishub KK Dapat Bantuan 17 Unit Bus

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.