Beranda Berita Utama Underground : Sebuah Bentuk Keyakinan

Underground : Sebuah Bentuk Keyakinan

234
0

Kotamobagu – Seperti sudah kita ketahui bersama, generasi muda pecinta musik di Sulawesi Utara khususnya di Kotamobagu dikejutkan oleh sebuah kata yang berkonotasi Underground, atau kalau diartikan dalam bahasa kita yaitu Bawah Tanah. Banyak anggapan bahwa musik Underground itu musik keras, pake* T-Shirt hitam dan identik dengan kenakalan remaja walaupun kadang pada kenyataannya tidak semuanya seperti itu. Wajar penilaian tersebut dilontarkan, mengingat sebagian,besar dari bangsa kita menilai sesuatu hanya dari kulitnya saja tanpa pemah memahami apa makna atau isi yang terkandung didalamnya dan attitude ini berlaku juga dalam komunitas bawah tanah. Contoh?. Sudah terlalu banyak dan tidak perlu dibahas disini karena keterbatasan tempat. Dalam pemahaman yang sebenamya terutama dikalangan publik pecinta musik keras, mazhab Underground muncul sebagai bentuk rasa ketidakpuasan terhadap tatanan sistem yang ada baik itu dalam kehidupan bermusik ataupun dalam kehidupan dunia sehari-hari. Ketidakadilan, penindasan dan kesewenangwenangan merupakan sebagian kecil dari kebobrokan sistem yang ada di dunia ini sehingga menimbulkan berbagai macam polemik akibat tindakan tersebut. Suatu hal yang tragis seringkali terjadi akibat kurangnya pemahaman dari dalam diri individu kita masing-masing tentang mazhab tersebut. Kadang kita terkecoh oleh warna suara (color sound) yang kerap memekakkan telinga dengan teriakan melengking atau parau tanpa makna , dengan lirik yang tak jauh dari rasa frustrasi, kebencian, kemuakan, kekesalan yang penuh dengan sumpah serapah, umpatan ataupun cacian sehingga semakin membuat kita terpuruk, apatis dan nyaris tanpa arti. Bahkan wabah kebebasan petualangan kebebasan sex, minuman keras, narkotika dan drugs adalah pelarian mutlak bagi kita sebagai rasa kekecewaan terhadap apa yang kita rasakan dalam menghadapi kenyataan hidup ini. Tetapi ada spesifikasi yang esensial serta menjadi motivasi utama bagi kita yang memilih jalur Underground ini, yaitu keinginan untuk menyuarakan refleksi kehidupan kita, hal-hal kontekstual, kritik, dimana ide dan ekspresi menyatu sebagai bentuk perlawanan terhadap kebobrokan sistem yang ada saat ini dengan berbagai budaya usangnya yang kerap kali membatasi gerak dari underground itu sendiri. Perkembangan musik Undergroundpun dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, dari budaya satu ke budaya lain selalu dalam konteks perlawanan yaitu menolak tatanan sistem yang ada.Contoh yang paling nyata adalah adanya sistem Do ItYourself(D.l.Y) dalam dunia musik Underground, dan hal ini sudah merupakan bagian dari gaya hidup kaum bawah tanah sebagai bentuk perlawanan terhadap dunia mainstream yang cenderung mencetak individu yang dapat diperintah, dikendalikan dan digunakan untuk berbagai macam kepentingan oleh golongan tertentu dengan cara mengekang kebebasan dalam mengeluarkan ide atau berekspresi dari masing-masing individu yang ada di dunia ini. Sistem ini juga adalah salah satu sistem yang dapat mengerem laju sistem kapitalisme global yang cenderung menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya tanpa memjkirkan dampak yang ditimbulkan olehnya. Kapitalisme dengan salah satu caranya memanfaatkan satu titik kelemahan dari kurangnya keyakinan diri yang dimiliki oleh individu-individu yaitu Trend yang kerap identik dengan mode yang pada akhirnya menjebak kita pada budaya konsumerisme.Banyak dari kita yang tidak memiliki keyakinan menjadi korban dari kerakusan kapitalisme seiring dengan dampak yang ditimbulkan oleh kapitalisme global itu sendiri seperti meningkatnya angka kriminalitas (perampokan, pencurian, kekerasan dan pclangguran HAM lainnya), penghancuran perusahaan-perusahaan kecil (kemiskinan,pengangguran), kesenjangan strata sosial (perang) dan pengrusakan alam. Jika hal ini terus berlanjut maka apa yang kita semua takutkan akan segcra tejadi yaitu kiamat III. untuk itulah tiap-tiap individu memerlukan sebuah keyakinan diri. Sebuah keyakinan yang dilandasi dengan sikap saling membantu, bekerjasama dan rasa solidaritas dan yang paling terpenting bangga akan kemampuan yang dimilikinya. Sebagai kaum bawah tanah, kita tidak perlu hanya menjadi seorang pengikut. Kita adalah diri kita. Tak seorangpun memiliki hak lebih untuk menentukan .nasib kita, walaupun itu para penguasa sistem yang ada. Karena hanya diri kita yang bertanggungjawab atas resiko apa yang telah kita perbuat. Kita adalah manusia yang kreatif, kita dapat membuat sendiri apa yang kita butuhkan tanpa melupakan kerjasama dari individu lain dan yang terpenting tidak mengganggu kebebasan kepentingan individu lain. Tetapi suatu hal yang patut kita sayangkan sebagai kaum komunitas bawah tanah, karena sebagian besar dari kita telah menghianati sistem yang telah kita bangun dan kita banggabanggakan selama ini. Banyaknya band-band Underground yang sell-out tanpa alasan yang jelas semakin mengaburkan visi dan misi dari Underground itu sendiri sehingga Underground pun menjadi lahan yang subur bagi para kapitalis yang sebenamya adalah musuh bagi kita. Sekarang adalah tugas kita semua yang masih tersisa, yang masih yakin adanya kehidupan yang lebih baik untuk tetap berada di jalur masing-masing. Sudah cukup pengkhianatan yang dilakukan oleh rekan-rekan kita dan sudah saatnya kita bangun kembali solidaritas yang telah lama pudar….sudah saatnya kita sadar dan sudah saatnya kita akan menang….LONG LIVE UNDERGROUND!!!, (koi).

Artikulli paraprakPasal Karet Larangan Penyebaran Paham Komunis
Artikulli tjetërDikpora Kotamobagu Suport YPM LB2KPS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.