Beranda Berita Utama Kasus Setnov dan Irman Gusman Petanda Nyata Kehancuran

Kasus Setnov dan Irman Gusman Petanda Nyata Kehancuran

62
0
Kasus Setnov dan Irman Gusman Petanda Nyata Kehancuran
dr Ali Mahsum M Biomed.

JAKARTA – Belum lama dan masih nancap diingatan seluruh bangsa Indonsia, tepatnya Rabu 16 Desember 2015 silam, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) mengundurkan diri diduga terlibat kasus Mega Skandal Freport.

Sabtu dini hari tanggal 17 September 2016 lalu, Ketua DPD RI, Irman Gusman, kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan skandal suap Izin Impor Gula.

Menurut dr Ali Mahsun M Biomed, melalui siaran persnya, mengatakan sungguh sangat tragis, sangat pahit bahkan wajah Ibu Pertiwi semakin bopeng, dua (2) Ketua Lembaga Tinggi Negara RI hasil Pemilu Legislatif 2014, tersandung Skandal dan harus berhenti. Hanya bersisa satu hasil Pemilu 2014 yang belum tersandung kasus, yaitu Presiden RI Joko Widodo dan Wapres RI Jusuf Kalla Hasil Pilpres 2014, walau sudah sering nabrak Undang-undang dan Konatitusi Negara RI. Tata kelola bangsa negara Indonesia makin carut marut, makin sering menanggalkan dasar Negara RI Pancasila dan Konstitusi Negara RI UUD 1945. Bahkan kasat mata, tata kelola bangsa negara Indonesia alami kelumpuhan total (total paralise) dan dikendalikan sepenuhnya oleh kekuatan bangsa asing.

“Air mata Indonesia makin deras aliri setiap relung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diseluruh pelosok tanah air,” tegas dr Ali Mahsun M Biomed, Ketua Umum DPP APKLI di Jakarta Minggu (18/09/2016).

Saat ini, kata Ali Mahsum, rakyat Indonesia makin miskin, makin tertinggal bahkan sebentar lagi jadi jongos bangsa asing. Disamping itu, Negara RI diambang kebangkrutan. Tak ada jalan lain kecuali Negara RI, dalam hal ini Pemerintah RI wajib hadir lindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia. Lindungi PKL, ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia, serta kembalikan kedaulatan ekonomi bangsa dari cengkraman bangsa asing. Negara RI juga wajib hadir segera kembalikan aset ekonomi dan kekayaan sumber ayam yang kini dikangkangi kekuatan bangsa asing.

“Jika pemerintahan Jokowi-JK tidak berkenan dan atau tidak mampu, demi tegaknya Indonesia sebagai Negara Bangsa yang merdeka dan berdaulat, Jokowi-JK lebih baik segera mengundurkan diri sebelum Indonesia hancur dan masuk lautan tinggal nama dalam sejarah peradaban dunia!,” tambah Dokter Ali Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia berdaulat.

Lanjutnya, Indonesia negara bangsa besar, kaya raya dan strategis mendadak kini jadi kerdil, miskin dan terbelakang akibat distorsi pengelolaannya. Terus menerus digerogoti “pelacuran anak bangsa sendiri” dan penggadaian negeri ke bangsa asing. Rakyat, bangsa dan Negara Indonesia selalu menjadi korban. Kini, Indonesia diujung tanduk, segera hancur jika tidak segera diselamatkan. Tak ada jalan lain, semuanya sudah alami kelumpuhan total, kecuali Segera Selamatkan Indonesia, segera revolusi Indonesia kembalikan Indonesia sebagai Negara Bangsa Merdeka dan Berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Apapun resikonya, rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas, APKLI dan PKL bersama rakyat Indonesia segera lakukan penyelamatan Indonesia,” pungkas Ali dokter berkumis eksentrik asli Mojokerto Jawa Timur, yang juga Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998.(matt)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.