Beranda Berita Utama Serangan Jantung Datang tak Terduga

Serangan Jantung Datang tak Terduga

200
0
ilustrasi serangan jantung

KotamobaguOnline.com – SERANGAN jantung seperti yang dialami almarhum penyanyi Mike Mohede, yang mengembuskan napas terakhirnya di RS Premier, Bintaro, Minggu 31 Juli 2016, dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Obesitas, hipertensi, dan kebiasaan merokok adalah beberapa faktor risiko utama yang harus diwaspadai.

Di luar itu, berbagai penelitian ilmiah mengungkap faktor risiko lain yang seringkali tidak terduga. Salah satunya adalah suara bising dari kemacetan lalu lintas di jalan raya, yang terungkap dalam sebuah penelitian di Dresden University of Technology, Jerman.

Penelitian yang dilakukan dengan mengamati rekam medis pada sejumlah kematian akibat serangan jantung di Jerman itu dilakukan dalam kurun 2014-2015. Hasilnya, ditemukan kaitan erat antara kebisingan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

“Ketika terpapar, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatetik yang membuatnya terjaga terus-menerus, yang bila dipaksakan dari waktu ke waktu akan merusak sistem kardiovaskular,” kata salah seorang peneliti, Dr Andreas Seidler.

Ada beragam kemudahan yang didapat dengan tinggal di dekat jalan raya, semisal ketika menjangkau tempat-tempat penting atau mengakses transportasi umum. Akan tetapi dari segi kesehatan, tinggal di pinggir jalan mungkin bukan pilihan terbaik.

Peneliti dari Technical University Dresden, menemukan fakta ini setelah mengamati data jaminan asuransi milik jutaan warga berusia 40 tahun yang tinggal di salah satu daerah di Jerman. Tempat tinggal mereka menjadi perhatian utama peneliti.

Kemudian oleh peneliti, pengamatan dikerucutkan pada orang-orang yang meninggal akibat serangan jantung dalam kurun tahun 2014-2015. Dan dari situ peneliti menemukan keterkaitan yang kuat antara paparan suara bising lalu lintas dengan risiko serangan jantung yang dimiliki responden.

Namun bila dibandingkan dengan jalan raya atau rel kereta api, mereka yang tinggal di dekat bandara berisiko paling rendah karena jarak landasan dengan tempat tinggal biasanya agak jauh, dengan suara bising yang terdengar tak sampai 65 desibel.

Sementara itu, penelitian di University of Texas Southwestern Medical Center mengaitkan risiko penyakit jantung dengan kebiasaan duduk terlalu lama. Terungkap, duduk selama lebih dari 10 jam bisa meningkatkan risiko penyakit hingga 8 persen.

Temuan dalam penelitian ini menekankan bahwa gaya hidup sedentari, yang dicirikan dengan banyak duduk dan kurang gerak, bisa memberikan dampak sangat buruk pada kesehatan. Para ilmuwan menyarankan adanya pedoman untuk membatasi gaya hidup sedentari.(dch)

Artikulli paraprakTaman Laut Bunaken Satu Diantara 4 Spot Diving Terkeren di Indonesia
Artikulli tjetërKMK Berubah Jadi MKI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.