Beranda Berita Utama Donald Trump Tuding Pers Pembohong

Donald Trump Tuding Pers Pembohong

225
0
Donald Trump

KotamobaguOnline.com, NEW YORK – Donal Trum,  kandidat presiden Partai Republik, menuduh media massa, Amerika Serikat (AS), melalui rangkaian kicauan yang pedas di akun Twitter resmi dia, menyebut media massa menjijikkan, korup, dan tidak jujur (pembohong), yang dengan sengaja berusaha menjatuhkannya dan bahkan menyebut pers sebagai penyebab dirinya tertinggal dari lawannya, Hillary Clinton, dalam jajak pendapat.

“Jika media yang menjijikkan dan korup ini meliput saya dengan jujur dan tidak menyalahartikan kata-kata saya, maka saya akan mengalahkan Hillary sebesar 20%,” tulis Trump, Minggu (14/08/2016) waktu setempat.

Dalam berbagai jajak pendapat belakangan ini, Trump tertinggal dari Clinton antara tujuh sampai 10 basis points.

“Kampanye-kampanye saya tidak diliput dengan benar oleh media. Mereka tidak pernah membahas pesan yang sebenarnya, dan tak pernah menunjukkan besarnya jumlah dan antusiasme pengunjung.”

Namun di sisi lain, ujar Trump, media berpihak kepada Clinton dan menutup-nutupi kekurangan calon dari Partai Demokrat tersebut.

“Hillary Clinton yang tercela (crooked) dilindungi oleh media. Dia bukan orang atau politisi yang berbakat. Media yang tak jujur menolak mengekspos itu,” kecamnya.

Karena itu, bntang reality show televisi yang juga triliuner properti itu kembali menegaskan lawannya bukan hanya Clinton, tetapi juga media.

“Ini bukan ‘kebebasan pers’ kalau suratkabar dan lainnya boleh mengatakan dan menulis apa pun yang mereka mau, bahkan ketika itu salah sama sekali,” ujarnya.

Tetapi benarkah pers sering memelintir kalimat Trump? Dalam banyak kasus, justru pernyataan-pernyataan Trump sendiri yang memang kontroversial dan tim kampanye dia harus selalu sibuk memberi klarifikasi atau pembelaan.

Misalnya, Trump menuduh Presiden Barack Obama sebagai pendiri kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), padahal Obama mulai menjabat pada 2008, jauh setelah kelompok itu terbentuk.

Trump juga banyak dikecam karena meladeni polemik dengan orangtua seorang prajurit Amerika yang tewas dalam perang di Irak. Trump menyindir ibu prajurit itu yang hanya diam saja tak bicara apa-apa ketika suaminya berpidato di Konvensi Partai Demokrat menyerang Trump dan membela Clinton.

Dalam kasus ini, bahkan para petinggi Partai Republik termasuk Ketua DPR Paul Ryan dan Senator John McCain langsung membuat jarak dengan Trump dan terang-terangan membela orangtua prajurit itu.

Selain itu, Trump memicu kontroversi dengan seruan melarang umat Muslim masuk Amerika dan rencana membangun tembok perbatasan dengan Meksiko kalau dia menjadi presiden.(bsc)

 

Artikulli paraprakPenembak Imam Mesjid Diburu Polisi New York
Artikulli tjetërPaloh: Nasdem Komit Dukung Penuh Ahok

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.