Beranda Berita Utama Buku Kewarganegaraan Cover Garuda Menari Ditarik

Buku Kewarganegaraan Cover Garuda Menari Ditarik

256
0
SMK Islam Walisongo Mojokerto `Bredel` Buku Kewarganegaraan Cover Garuda Menari

KotamobaguOnline.com, JATIM – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Walisongo, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Sucahyo Muji Raharjo, akhirnya menarik buku modul acuan siswa terampil (Master) bersampul Burung Garuda menari, Sabtu (13/8/2016).

Aksi bredel buku penunjang untuk mata pelajaran Kewarganegaraan kelas XI SMK itu, kata Sucahyo dilakukan karena cover dari buku tersebut dinilai kurang mendidik.

“Di situ lambang negara Burung Garuda yang dalam UU RI No 24 Tahun 2009 diatur harus sayapnya tegak, malah digambarkan tak semestinya,” terang Sucahyo.

Dengan ditariknya buku tersebut, guru mata pelajaran Kewarganegaraan kelas XI diminta untuk membeli buku penunjang dari penerbit lain, bukan lagi dari penerbit CV Aviva, Klaten, Jawa Tengah.

“Nanti siswa belajar sementara ditanggulangi guru sendiri, bagaimana pun caranya, yang jelas banyak buku panduan yang ada,” ujarnya.

Pengamatan belum semua buku Master untuk mata pelajaran Kewarganegaraan kelas XI SMK itu berhasil ditarik dari tangan siswa, lantaran ada yang tak masuk dan lupa membawanya, dari 16 eksemplar buku yang telah dibagikan, baru dikembalikan 10 eksemplar.

Tak hanya itu, Sucahyo juga menarik buku Master mata pelajaran Kewarganegaraan untuk kelas X yang dipakai siswanya pada semester genap tahun lalu.

Buku tersebut ditarik, karena sampulnya bergambar bocah telanjang dada sedang mengibarkan bendera pusaka di air terjun. Hanya saja, dari 16 eksemplar yang dijual ke siswa, baru 7 eksemplar yang dikembalikan.

“Buku itu juga kami tarik karena tak sesuai dengan kaidah Islam di Mojokerto, khususnya di Brangkal yang berada di lingkungan pondok,” cetusnya.

Sucahyo menambahkan, tersebarnya kedua jenis buku yang menuai protes dari siswanya, menjadi pelajaran berharga bagi sekolah. Kurang telitinya guru mata pelajaran dalam menyeleksi buku penunjang yang akan digunakan siswa, menjadi penyebab utama persoalan ini.

“Ini jadi pembelajaran kami, ke depan kami lebih hati-hati supaya tak terulang. Juga akan kami musyawarah lagi dengan Tim MGMP atau MKKS, lebih baik dikoordinir jadi satu untuk memilih buku. Bukannya per sekolah,” pungkasnya.

Penarikan buku tersebut disambut baik para siswa kelas XI SMK Islam Walisongo. Pasalnya, buku yang melecehkan lambang negara Burung Garuda dan bergambar bocah telanjang dada itu membuat resah mereka.

“Harapan kami diganti dengan buku yang sampulnya lebih bermakna bagi siswa. Sambil menunggu itu, sementara kami pasrah kepada materi yang diberikan guru,” kata Aisyatul Rokhima, salah seorang siswa kelas XI.(cnc)

Artikulli paraprakMengenang Tokoh Militer Indonesia
Artikulli tjetërArchandra Tegaskan Dirinya WNI Bukan WNA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.