Beranda Berita Utama BRANI: Ansor Tolak Primordialisme

BRANI: Ansor Tolak Primordialisme

221
0
Benny Ramdhani

KotamobaguOnline.com, KOTAMOBAGU – Wakil ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor pusat, Benny Ramdhani, mengecam ulah sejumlah oknum pendemo yang mengklaim sebagai utusan GP Ansor, saat demo penolakan penjabat sementara (PjS) Bupati Bolmong, Adrianus Nikson Watung SH, beberapa waktu lalu. Pasalnya, sesuai data dan bukti dari sejumlah pihak, demo tersebut justru melenceng ke hal-hal yang berbau primordialisme, salah satu sikap yang ditolak oleh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Ansor, justru memperjuangkan hak-hak keberagaman dan persamaan derajat seluruh rakyat Indonesia, kata Benny.

“Demo yang mengusung tema-tema penolakan terhadap penjabat Bupati, kemudian bergeser ke tema-tema yang berbau primordialisme. Itu justru sangat jauh dari nilai-nilai yang diperjuangkan ansor. Ansor sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang dilahirkan oleh Nahdhatul Ulama, justru memperjuangkan nilai-nilai tentang keberagaman, mengusung semangat-semangat nasionalisme,” tegas Brani, sapaan khasnya.

Putra Bolmong yang saat ini menjabat wakil ketua komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini, menilai tema yang diusung para pendemo, terutama oknum anggota Ansor, itu sangat kontras dengan nilai luhur perjuangan GP Ansor. “Oleh karena itu, pimpinan Ansor atas masukan dari berbagai pihak, menilai hal ini sudah sangat merugikan. Kesimpulan sementara masalah ini sangat merugikan organisasi, dan harus ada sanksi bagi yang terbukti,” kata dia.

Brani, sudah melaporkan perihal demo serta dugaan keterlibatan oknum pengurus GP Ansor daerah, kepada ketua umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut), dan instruksi langsung yang dia dapatkan adalah pengusutan secara tuntas. “Saya melaporkan masalah ini kepada ketua umum, dan beliau sudah menginstruksikan untuk mengusut masalah ini secara tuntas. Mengumpulkan bukti-bukti. Gambaran sementara Ansor akan menindak tegas, kepada siapa yang terlibat atau siapa aktor di belakang itu,” ujarnya.

“Saran saya sebagai pimpinan pusat Ansor, kader Ansor tidak boleh terlibat dalam urusan politik praktis yang mengusung tema-tema primordialisme. Justru haram hukumnya bagi Anshor. Saran saya sambil menunggu proses, meminta kader ansor untuk menahan diri, tidak melibatkan diri, kemarin ternyata ada tindakan yang melibatkan beberapa orang,” tutur Brani lagi, seraya menambahkan, bukti-bukti ini akan dia bawa ke rapat pimpinan pusat GP Ansor di Jakarta. (tim/mj)

Artikulli paraprakKPK Jadwalkan Periksa 3 Legislator Sumut
Artikulli tjetërPilbup Bolmong PDIP-PAN “Cerai”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.