Beranda Kotamobagu Kelurahan Mongolaing Peringati Isra Mi’raj 1437 Hijriah

Kelurahan Mongolaing Peringati Isra Mi’raj 1437 Hijriah

155
0
Suasana Acara Peringatan Isra Miraj 1437H di Masji AT-Tira Kelurahan Mongolaing

KotamobaguOnline.Com, Kotamobagu – Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Mongolaing bekerjasama dengan Pengurus Masjid At-Tira Kelurahan Mongolaing melaksanakan acara Peringatan Peristiwa Isra Mi’raj 1437 Hijriah, Sabtu (04/05/2016).

Dalam acara peringatan Peristiwa Isra Mi’raj 1437 Hijriah kali ini mengusung tema, “Hijrah Menuju Pribadi Yang Lebih Baik dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan”. Di mulai dengan Sholat Mahgrib berjamaah, Tilawah, Dzikir, Laporan Panitia, Ceramah Makna Isra Mi’raj dan sambutan dari Lurah Mongolaing.

Lurah Mongolaing, Fatmati Ginano S.sos, dalam sambutannya mengatakan, dengan memperkuat ukhuwah islamiyah akan terjalin hubungan kebersamaan yang kuat, serta dapat memperkuat rasa solidaritas antar umat. Ukhuwah yang tercipta dapat memperkuat gotong royong dan rasa saling tolong menolong.

“Peringatan Isra’ Mi’raj 1437 hijriah/2016 masehi merupakan momentum untuk meningkatkan kesalehan spiritual dan sosial. Hal itu sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW bahwa transformasi spiritual seharusnya mendorong  manusia untuk semakin produktif dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Fatmawati.

Sementara itu, H Agus Salim selaku penceramah Peringatan Isra Mi’raj, mengatakan Isra Mi’raj merupakan ketika Allah SWT memperjalankan Rasulullah Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

Dirinya juga menjelaskan makna peringatan Isra Mi’raj sebagai solusi bagi ummat Islam dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan momentum yang tepat untuk refleksi diri dan kembali kepada Allah SWT.

“Jika menghadapi masalah berat, hendaknya ummat Islam kembali kepada Allah SWT, kembali memakmurkan masjid dan memperbaiki kualitas shalat masing-masing,” tutur H Agus Salim.

Melihat kembali sejarah peristiwa Isra Mi’raj, ujarnya, Rasulullah saat itu sedang mengalami masa-masa penuh duka cita pasca wafatnya istri dan kakek tercinta, Siti Khodijah RA dan Abu Tholib. Saat itu, Rasulullah juga baru saja diusir dari Tha’if oleh penduduknya, sehingga Rasulullah SAW benar-benar merasa sedih pada tahun itu.

Rasulullah SAW pun, paparnya, berdoa kepada Allah SWT agar dapat menjalani berbagai cobaan dan penderitaan berat itu. Do’a Rasulullah SAW pun akhirnya dikabulkan oleh Alah SWT dengan solusi peristiwa Isra Mi’raj.

Rasulullah SAW, jelasnya, juga menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam, sebagai tiang agama, sekaligus solusi untuk umat Islam ketika sedang menghadapi masalah berat di dunia.

“Jadi, hendaknya setiap Muslim kembali kepada Allah SWT dan melaksanakan shalat berjamah saat ditimpa ujian atau musibah yang sangat berat,” tandas H Agus Salim.

Acara tersebut di hadiri Lurah Mongolaing Fatmawati Ginano S.sos, Ketua PHBI Kelurahan Mongolaing, Ketua RT Dan Ketau RW, Ketua Karang Taruna Mongolaing, Pengurus Masjid AT-Tira, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakat. (Ainur)

Artikulli paraprakWakil Bupati Bolmong Hadiri Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Kecamatan Poigar
Artikulli tjetërKotamobagu Bakal Kecipratan Dua Alat Berat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.