Beranda Boltim Pelabuhan Kotabunan Bakal Kecipratan 5,8 M

Pelabuhan Kotabunan Bakal Kecipratan 5,8 M

211
0
Pelabuhan Kotabunan

Alung: Pelabuhan Kotabunan Akan Jauh Lebih besar Dari Torosik

KotamobaguOnline.Com, Boltim – Pelabuhan berumur 33 tahun yang di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akan kembali difungsikan.

Hal ini dikarenakan, pemerintah pusat akan mengembangkan pelabuhan Kotabunan yang sudah bertahun-tahun tak beroperasi sebagai mana mestinya.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi, (Dishubkominfo) Boltim, Melsij Reefon Alung SE, pemerintah pusat dan sudah siap mengucurkan dana ke pelabuhan induk tersebut.

“Harusnya tahun ini sudah ada Rp 5,8 miliar, namun dipending tahun depan karena ada persoalan teknis yang harus diselesaikan dulu,” katanya.

Lanjutnya kembali, dalam dokumen Rencana Induk Pelabunan (RIP) terjadi kesalahan karena disebutkan pelabuhan tersebut dinamakan pelabuhan pariwisata.

“Kami dan pihak pengelola pelabuhan sudah menghadap pak Sekertaris Daerah (Sekda) terkait hal ini. Secepatnya kita akan perbaiki dokumennya menjadi pelabuhan umum. Apabila tetap menggunakan pelabuhan pariwisata tak bisa dikembangkan menjadi pelabuhan niaga,” Terang Alung.

Menurutnya, Jika menjadi pelabuhan umum maka kedepan bisa dikembangkan menjadi pelabuhan niaga dan pelabuhan pariwisata.

“Dana ini nantinya untuk pengembangan fasilitas dalam pelabuhan, termasuk pelebaran kawasan dermaga,” jelasnya.

Diakuinya, pelabuhan tersebut terus mengalami pendangkalan karena dampak material yang terbawa dari sungai disamping pelabuhan itu. Sehingga  hal itu tetap akan di perhatikan

“Pemerintah secepatnya akan mencari cara menangani pendangkalan tersebut, Sehingga pelabuhan akan dapat beroperasi,”tambahnya.

Dia juga menjelaskan pelabuhan Kotabunan ini akan lebih besar dari pada pelabuhan Torosik di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang dibangun pemerintah pusat dua tahun silam.

“Pelabuhan Kotabunan akan jauh lebih besar dari Torosik, karena Areal pelabuhan Kotabunan lahannya besar hingga ke desa Paret,” Tutup Alung.

Diketahui bersama, pelabuhan kelas III Kotabunan diresmikan pada 18 April 1983 ini sempat jaya diawal-awal pembangunanya karena digunakan kapal perintis. Namun puluhan tahun terakhir pelabuhan ini sudah tak pernah dikunjungi oleh kapal-kapal bahkan kapal ukuran kecil pun enggan merapat ke dermaga.(Sp)

Artikulli paraprakDPPKAD Boltim Genjot LKPD Ke BPK RI
Artikulli tjetërTingkat Produktifitas Gula Aren, Pemkab Alokasikan Dana Bantuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.