Beranda Bolmut Mokoginta Sayangkan di Bolmut Ada Anak Penderita Gizi Buruk Sampai Meninggal

Mokoginta Sayangkan di Bolmut Ada Anak Penderita Gizi Buruk Sampai Meninggal

181
0
Nabil Djiba pasien gizi buruk yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu

KotamobaguOnline.com, Bolsel– Nabil Djiba (26 bulan) adalah putra kelima dari pasangan Hardin Djibu dan Maryam Hanuli warga Atinggola yang berdomisili di Desa Bunia Kecamatan Bintauna yang mengalami gizi buruk akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Jumat pekan lalu, Di Rumah Sakit Umum Darurat (RSUD) Bolmut.

Direktur RSUD Bolmut dr Firiana Ekawati Akub, pasien gizi buruk Nabil Djiba merupakan pasien rujukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bintauna yang dirujuk ke RSUD Bolmut sejak Kamis (31/3) dan meninggal hari jumat esok harinya.

“Penyakit gizi buruk yang dialami Nabil Djiba adalah penyakit penyerta atau bawaan, saat di RSUD pasien terlihat sudah drop dan mengalami penurunan daya tahan tubuh,” ungkap Akub.

Sementara penanggung jawab Gizi Puskesmas Bintauna Sesilia Samuel saat dihubungi beberapa waktu lalu mengatakan, pasien sering pindah lokasi domisili dan lama tinggal di Manado. Selama disana, menurut pengakuan orang tuanya, Nabil tak pernah mendapatkan imunisasi.

“ Gizi buruk diakibatkan oleh penyakit penyerta atau saspek tibi paru yang diakibatkan faktor makanan dan pola asu. Itu bisa diobati dengan cara terapi medis, obat dan pola makan yang bergizi,” terang Samuel.

Anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Aktrida Indah Datunsolang menyayangkan adanya penderita gizi buruk di Kabupaten lumbung padi.

“Harusnya masyarakatnya sudah sejahtera bukan malah mengalami penyakit gizi buruk apalagi daerah kita adalah wilaya lumbung beras di Sulut,” ungkap Datunsolang.

Sementara Kepala Dinkes Bolmut dr Jusnan C Mokoginta melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Pelkes) Sofyan Mokoginta SKM menceritakan, Jumat malam tepatnya jam satu dinihari, petugas RSUD mengabarkan kalau orang tua pasien bermohon pulang namun dirinya tetap menahan pasien hingga Jumat esoknya.

“Orang tua pasien bukan orang Bolmut hanya saja karena berada disini, Dinkes tetap melakukan perawatan. Boleh dicek pada sangadi,” terang Mokoginta.

Dia juga mengatakan bahwa orang tua pasien, karena tidak pernah mengimunisasi anaknya selama 1 tahun. Bukan itu saja, proses persalinannya pun hanya dilakukan pada dukun dan tidak melibatkan medis.

“Orang tuanya hanya diam ketika kami menanyakan soal itu. Ini bukan kesalahan RSUD, Puskesmas ataupun Dinkes Bolmut tapi murni kesalahan orang tua,” tutupnya.(Frian)

Artikulli paraprakDPRD Kotamobagu Gelar Paripurna LKPJ 2015
Artikulli tjetërDekab Mimbau Bantuan Dinas Perikanan Kelutan Harus Tepat Sasaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.