Beranda Opini Pengelolaan Pendidikan Tinggi Didaerah

Pengelolaan Pendidikan Tinggi Didaerah

255
0
Kampus Yayasan Pendidikan Mototanoban Kotamobagu

KotamobaguOnline.com– Seperti di ketahui sebelumnya Saya sebagai penulis telah membuat beberapa karya tulisan ilmiah yang ditayangkan dimedia ini, tulisan tersebut meliputi berbagai aspek baik ekonomi, sosial maupun politik dengan tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap daerah.

Hanafi Tomy Sako
Hanafi Tomy Sako

Kali ini saya mencoba untuk menyuguhkan kembali tulisian ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan di daerah yakni ‘Pengelolaan Pendidikan Tinggi Di Daerah’ dengan harapan tulisan singkat ini dapat bermamfaat untuk semua stake holder pendidikan tinggi yang ada terutama di Bolaang Mongondow Raya.

LANDASAN KONSEPTUAL PENDIDIKAN TINGGI

  • Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan spesialisasi, Sehingga pendidikan bergeser dari orientasi pencerahan (Akal budi) Menjadi profesionalisme (Djumhur, 1974 Dalam Sudiyono 2004).
  • Penyelenggaraan Pendidikan tinggisejak awal bersifat otonom, Termasuk dalam otonomi keilmuan. Pendidikan tinggi diasosiasikan dengan pembebasan manusia dari ikatan dan halangan.

UPAYA PERGURUAN TINGGI MEMBENTUK SDM YANG UNGGUL DAN PROFESIONAL

  1. Memantapkan Koordinasi antar lembaga dengan bidang pemasok kerja.
  2. Memantapkan program profesi melalui penelitian, Pengajaran dan pengabdian pada

masyarakat Dengan model  pembelajaran yang menunjang.

  1. Mengembangkan program job placement center( saladien, 1996  dalamSudiyono, 2004).

CONTOH KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

Otonomi Perguruan Tinggi

  1. Memberikan nilai tambah, meningkatkan daya saing penelitian, mengatasi kolonialisme di bidang iptek.
  2. Mengkaji komprehensif proses perubahan struktur masyarakat, termasuk mengatasi kemiskinan struktural, angka putus sekolah,  Pemberdayaan masyarakat lokal
  3. Meningkatkan Inovasi teknologi komunikasi dan informasi, Memenuhi kebutuhan kualitas dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan stakeholder
  4. Pembinaan Etika dan mental

BEBERAPA TANTANGAN PENDIDIKAN TINGGI 

  1. Pemberdayaan tenaga akademik.
  2. Pemberdayaan peserta didik
  3. Pemberdayaan masyarakat

ISU -ISU MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI

  1. Akuntabilitas Dan jaminan mutu
  2. Kurikulum Dalam perspektif internasional
  3. Tren Pembiayaan pendidikantinggi
  4. Globalisasi dan pendidikan tinggi
  5. Tren tata kelola perguruan tinggi
  6. Proses pembelajaran di perguruan tinggi
  7. Tantangan Dan strategi manajemen perguruantinggi

PELUANG DAN TANTANGAN PENDIDIKAN REGIONAL BOLAANG MONGONDOW RAYA

Beberapa peluang pendidikan tinggi di Bolaang Mongondow Raya.

  1. Terletak di dua daerah pendidikan Gorontalo dan Manado dengan jarak antar kedua daerah tersebut lebih kurang 200 Km ke manado dan lebih kurang 300 Km kearah Gorontalo, sehingga memungkinkan adanya perguruan tinggi didaerah ini ( Kotamobagu) sebagai calon ibu kota provinsi Bolaang Mongondow Raya.
  2. Jumlah penduduk lebih 500 ribu jiwa.
  3. Lulusan SLA tiap tahunnya lebih 4.500 siswa.
  4. Telah ada 7 perguruan tinggi swasta.
  5. Jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Kotamobagu saat ini lebih kurang 1.500 mahasiswa.

Tantangan dan kendela yang dihadapi saat ini :

  1. Sarana dan prasana perkuliahan yang kurang memadai
  2. Tenaga dosen pendidik.
  3. dukungan dari stake holder, baik itu kebijakan dan regulasi maupun dukungan anggaran.
  4. Kurangnya kepercayaan orang tua calon mahasiswa .

Harapan dan dukungan terhadap pendidikan tinggi :

  1. Diharapkan adanya pihak masyarakat / swasta maupun pihak pemerintah untuk mengelola perguruan tinggi yang berkualitas baik sarana dan prasarana serta tenaga pendidikl yang berkualitas sehingga dapat meluluskan Sarjana yang berkualitas.
  2. Kebijakan pengelola perguruan tinggi maupun pemerintah yang menyiapkan anggaran yang cukup untuk pendidikan lanjutan bagi para dosen.
  3. Kebijakan bea siswa oleh pengelola perguruan tinggi maupun pemerintah terhadap mahasiswa yang berprestasi.
  4. Himbauan dari semua stake holder untuk lulusan SLA yang ada di daerah Bolaang Mongondow Raya untuk memilih pendidikan lanjutan / kuliah di Kotamobagu.
  5. Selanjutnya para pihak pengelola pendidikan tinggi untuk meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan standard pendidikan tingggi nasional.
  6. Kurangi riak-riak diantara para pengelola perguruan baik secara intern maupun extern agar dipercaya oleh masyarakat.
  7. Untuk terciptanya pengelolaan pendidikan tinggi sebagaimana harapan-harapan yang dikemukan diatas perlu adanya dukungan dari semua pihak, baik itu masyarakat umum, pemerintah, para dosen dan para pengelola pendidikan tinggi di Kotamobagu untuk berfikir bersama dan menyatukan persepsi dan pandanganya yakni sama-sama memajukan pendidikan tinggi di Kotamobagu.

Penulis adalah wartawan sekaligus penulis tetap di media KotamobaguOnline.com Penulis juga merupakan dosen pengajar dan pendiri Yayasan Pendidikan Mototanoban, sumber informasi referensi PP No.19  tentang standarisasi pendidikan tinggi  nasional dan pengalaman penulis dalam pengelola pendidikan tinggi. (**)

Artikulli paraprakProgram Budayakan Bahasa Mongondow Di Kantor, ASN Masih Malu-Malu
Artikulli tjetërKota Kotamobagu Akhirnya Selesai Diperiksa BPK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.