Beranda Kotamobagu Akui Kesalahan, Kepala BLH Mengaku Siap Dicopot

Akui Kesalahan, Kepala BLH Mengaku Siap Dicopot

152
0
Mul'Alif Podutolo saat menjalani sidang kode etik beberapa waktu lalu

KOTAMOBAGU ONLINE –  Mul’Alif Podutolo mengaku sudah siap kalau jabatannya sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kotamobagu harus diganti dengan orang lain.

Dia mengatakan sebagai PNS harus siap apabila suatu saat harus dimutasi kejabatan lain . “Ya siap menunggu jika akan dimutasi,” ujarnya dengan singkat kepada wartawan belum lama ini.

Pencopotan Podutolo sendiri diketahui awak media lewat pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Adnan Massinae Jumat (29/01/2016) saat ditemui di Aula Kantor Wali Kota.

Diaman disebutkan berdasarkan rekomendasi majelis sidang kode etik, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mul’Alif Podutolo akan diganti.

“Untuk keterangan lebih lanjut itu silahkan tanyakan ke Sekda. Tapi yang pasti Kepala BLH akan diganti. Rencananya bersamaan dengan pelantikan ini namun tertunda karena waktu tidak memungkinkan,” ujarnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup ini,  duduk dalam sidang majelis kode etik dikarenakan penggunaan kendaraan dinas tidak sesuai dengan yang diperuntukan. kendaraan dinas tersebut kedapatan telah dimodifikasi layiknya mobil balap beserta nomor polisi telah diganti dengan plat hitam yang digunakan anaknya.

Dalam sidang itu, hadir sebagai tim majelis kode etik yakni Kaban BKDD Adnan Massinae, Inspektur Alex Saranaung, Kepala DPPKAD Rio Lombone, Kepala Kantor Pol PP Sahaya Mokoginta, dan Kabag Hukum Sarida Mokoginta.

Terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang belum membeberkan apakah diganti atau tidak. “Untuk yang pastinya lihat saja nanti hari senin,” ujarnya singkat. (Sam)

Artikulli paraprakPemko Kotamobagu Bakal Naikan Tunjangan Guru Non Sertifikasi
Artikulli tjetërBupati Bolmong Gunakan Pola Jemput Bola Meraih Anggran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.