Beranda Kotamobagu Banyak Pengusaha Memilih Liburan Saat Pencoblosan

Banyak Pengusaha Memilih Liburan Saat Pencoblosan

55
0
Ilustrasi

KOTAMOBAGU ONLINE – Kurangnya partisipasi minat masyarakat Kelurahan dalam mengikuti proses pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kotamobagu menjadi permasalahan klasik di setiap momentum Pemilihan Kepala Daerah.

Beberapa faktor kesibukan, dan faktor lainnya menjadi kendala penyebab kurangnya minat warga untuk datang ketempat Pemungutan Suara (TPS) saat pemilihan berlangsung, dan permasalahan ini selalu menjadi dilema bagi Pemerintah Kotamobagu.

Seperti yang sering dialami Pemerintahan Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat yang selalu terkendala dalam setiap moment Pemilukada, hal ini disebabkan karena beberapa faktor tersebut, sehingga minat warga untuk hadir memberikan hak suaranya di TPS berkurang.

Diketahui, Kelurahan Gogagoman memiliki pemilih terbanyak se-Kotamobagu, dengan jumlah pemilih sebanyak 10.708 orang, terdiri dari berbagai etnis, mulai dari suku Gorontalo, Mongondow, Bugis, Jawa, Sanger, Minahasa dan Cina yang memiliki berbagai latar belakang yang berbeda.

Kepada kotamobaguonline.com Hendra Manopo, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Gogagoman saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2015 disela-sela acara Rakor pembahasan Pilkada, membenarkan bahwa setiap moment pemilu Kepala Daerah, Pemerintah Kelurahan selalu terkendala dalam mengajak warga untuk hadir di tempat TPS dengan berbagai dinamika permasalahan.

“Memang benar kurangnya partisipasi masyarakat terhadap pemilihan Kepala Daerah selalu menjadi dilema, beberapa faktor menjadi penyebabnya, ada faktor karena warga pindah tanpa melapor, dan ada pula warga yang merantau diluar daerah tetapi statusnya sudah pindah dan masih tercatat sebagai warga gogagoman karena tidak melapor, begitu pula para Pelajar dan Mahasiswa yang bersekolah diluar daerah,”ujar Manopo.

Lanjutnya, lain pula yang terjadi di wilayah pertokoan Jalan Kartini yang notabenenya adalah para Pengusaha Tionghoa juga sering malas datang ke TPS, penyebabnya karena kebiasaan para pengusaha saat pemilihan berlangsung mereka kebanyakan menghabiskan waktu untuk berlibur di Kota Manado

“Biasanya saat pemilihan berlangsung, para pengusaha tersebut lebih memanfaatkan moment tersebut sebagai hari liburan ke Kota Manado, dan ini terbukti dari presentasi yang kami verifikasi saat pelaksanaan pemungutan suara, tahun kemarin saja dari jumlah pemilih yang ratusan,berdasarkan data hanya sekitar 20 persen yang menggunakan hak pilihnya,” terang Manopo. (Wandy Rotu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.